Artikel

Saiful Huda Bongkar Politik Kotor PKS di Jawa Barat

12 April 2016,

SALAFYNEWS.COM, BANDUNG – Saiful Huda EMS dalam akun facebooknya menulis tentang skenario politik PKS di Jawa Barat. Analisa yang menarik sekali.

Jadi skenario politik yang cerdas untuk membereskan politik kotor PKS yang masih tersisa di Jawa Barat itu begini:

Pertama, elit PKS yang masih “menyembah” Anis Matta dibersihkan satu persatu, hingga yang tinggal kemudian adalah elit-elit PKS yang baru, fresh, berwawasan keumatan dan kerakyatan, dan bukan elit PKS yang bewawasan jabatan dan mata duitan seperti FH dan Aher (Baca: Balas Dendam!! Fahri Hamzah Bongkar Kebejatan Kader PKS). Setelah elit-elit PKS yang konyol ini diberesin semua dari mulai pusatnya, yakni di Jakarta sampai ke daerah-daerah, maka kader PKS yang konyol seperti Aher akan kebingungan mencari dukungan politik dari internal partainya. Ia akan nyaris tidak punya pendukung politiknya lagi kecuali para akademisi dan kuli tinta bayarannya. Ia akan terus mendekati kelompok-kelompok ekstrim ultra kanan, dengan berjualan isu Anti Syiah, Anti Islam Liberal dan Anti Komunisnya. (Baca: BANDIT PKS, Saiful Huda Tantang Debat Terbuka Gubernur Jabar “AHER”)

Ia juga akan terus merangkul para pengusaha, mulai dari pengusaha abal-abal hingga pengusaha papan atas untuk memagar betis kekuasaan politiknya dengan berbagai macam cara. Kalau pengusaha abal-abal yang gak bisa ngaji Al Quran, apalagi gak paham sama sekali tentang pengetahuan agama yang penting dia seagama dengannya akan ia kompori dengan isu Anti Syiah, Anti Islam Liberal dan Anti Komunisnya itu. Namun kepada pengusaha papan atas, ia akan kompori bahwa Pak Jokowi itu tidak akan pernah memihak pengusaha, tetapi selalu memihak “orang kecil” demi keperluan pencitraan politiknya. (Baca: Ari Wibowo: Mohon Maaf Jika Saya Terpaksa Benci Partai PKS yang Tolak Pancasila)

Nah, kompor yang model begini memang biasanya sangat efektif untuk meraih dukungan pengusaha papan atas. Karenanya jangan heran kalau untuk urusan bagi hasil proyek hotel mewah dan megah di depan Gedung Sate, antara Pemprov Jabar dan pihak pengembang (pengusaha) tidak transparan dan sangat terasa manipulatif. Sepertinya yang diuntungkan hanya Aher dan sang pengusaha, sedangkan Rakyat Jabar silahkan jadi penonton saja. Silahkan merintih karena biaya pendidikan di Jabar yang sangat mahal, sungai-sungainya kotor, kerap banjir, biaya kesehatan tinggi, jalan-jalannya rusak, angka anak putus sekolah terus meningkat, angka perceraian pasutri sangat tinggi karena beban ekonomi dan lain sebagainya. Sedangkan para anggota legislatifnya masih sibuk membahas anggaran pembagian mobil dinas. (Baca: Surat Terbuka Aznil ST: Indonesia Menggugat PKS)

Kedua, aparat penegak hukum di Jabar satu persatu mulai dibersihkan dari para mafia hukumnya. Jaksa-jaksa yang gemar menerima “upeti” dari para ‘maling’ berdasi semakin sering ditangkapi oleh KPK. Dengan demikian kelak mudah-mudahan sudah tidak ada cerita lagi, menjarah Bank BJB dibebaskan dan otak pelakunya (intellectual dader) sama sekali tidak tersentuh oleh hukum. (Baca: PKS Ikhwanul Muslimin Indonesia Berfaham Aliran Sesat Wahabi)

Tidak ada cerita lagi kasus korupsi Koperasi Bodong, GBLA, menjarah APBD untuk menyuap para Kepala Desa se-Jabar dan membuat ribuan baliho di jalan-jalan agar Aher terpilih kembali untuk jadi Gubernur Jabar periode ke-2 tahun 2013 lalu, memanipulasi anggaran dana PON dan lain sebagainya, bebas tanpa ada tindakan hukum apapun yang bisa menyeret Aher ke Kejati Jabar, minimal hanya dimintai keterangan sebagai bentuk pertanggung jawabannya sebagai Kepala Daerah atau Gubernur Jabar. Bila dua skenario politik ini terus berlanjut dengan mulus tanpa ada gangguan yang serius dari para penyembah Qorun-Qorun baru di abad kemunafikan ini, maka gembong koruptor Jabar akan segera dapat dengan mudah diringkus ke penjara. (Baca: HTI, PKS, Wahabi Sebarkan Isu Anti Nasionalisme-Toleransi Untuk Hancurkan NKRI)

Demikian dua skenario politik ini saya amati dan sampaikan, mudah-mudahan para sahabat seperjuangan mengerti dan memahami. Terakhir ingin saya katakan, terus maju, gempur kekuatan politik para bandit politik di negeri ini dari segala penjuru. Jangan pernah mundur setapakpun, karena perlawanan terhadap para bandit politik harus tetap digaungkan ! Sekian. Salam revolusioner !. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Saiful Huda

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: