Fokus

Salman Al-Ouda; Jangan Salahkan Qadha dan Qadhar Untuk Lari Dari Tanggung Jawab

RIYADH, Salafynews.com – Salah satu ulama Arab Saudi menganggap pemerintah Al Saud sebagai pihak yang bertanggung jawab atas insiden berdarah Mina dan tewasnya ratusan jamaah haji.

Kantor berita Al Rai Al Aam, Yordania (27/9) melaporkan, Salman Al Ouda, salah seorang ulama Saudi menyesalkan terjadinya bencana ketika lempar jumrah di Mina.

Ia menuturkan, “Kita tidak boleh menyalahkan qadha dan qadar untuk lari dari tanggung jawab.”

Salman Al Ouda menambahkan, “Pemerintah Saudi harus melaksanakan tanggung jawabnya dalam melindungi jiwa para jemaah haji. Sekarang investigasi insiden Mina harus menjadi faktor yang mencegah terulangnya bencana serupa.”

Kamis lalu akibat bedesak-desakan ketika hendak melakukan lempar jumrah di Mina, ratusan jemaah haji tewas dan terluka.

Para jemaah haji mengaku kecewa dengan pengelolaan haji yang dilakukan pemerintah Saudi tahun ini dan masalah keamanan serta kemudahan ibadah yang tidak pernah terjadi sejak 25 tahun lalu.

Mufti Saudi Sebut Tragedi Mina sebagai Qadha dan Qadar

Mubaligh-mubaligh Wahabi berusaha untuk melepaskan tanggung jawab para pejabat Arab Saudi atas tragedi di Mina dengan menggambarkan insiden tersebut sebagai Qadha dan Qadar.

Seperti dilansir Alalam, Muhammad al-Arifi, Mufti ekstrim Arab Saudi mengklaim bahwa tragedi di Mina merupakan Qadha dan Qadar.

Hal itu diungkapkannya untuk membela rezim Al Saud atas tragedi Mina yang telah merenggut nyawa dan melukai ribuan jemaah haji.

Ia juga menjustifikasi buruknya pengelolaan haji oleh para pejabat Arab Saudi, dan mengatakan, kematian adalah Qadar dan hal ini tidak bisa ditunda.

Mohammad al-Arifi adalah salah satu mubaligh Wahabi yang mendukung kelompok teroris ISIS dan berperan dalam pembentukan kelompok Takfiri ini.

Banyak media yang menyebutkan bahwa korban insiden di Mina telah merenggut nyawa lebih dari 1.300 jemaah haji dan melukai ribuan lainnya.

Namun Khaled al-Falih, Menteri Kesehatan Arab Saudi mengklaim jemaah haji yang meninggal dunia dalam tragedi Mina hanya 769 orang dan yang terluka 936 jemaah haji.

Media-media dan berbagai tokoh umat Islam mengkritik buruknya pengelolaan haji dan sikap para pejabat Riyadh yang meremehkan hal ini.[Sfa/raialaam]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: