Editorial

Sang Koboi “Dahlan Iskan” pun Tertembak Mafia

Salafynews.com – Menurut Kejati, kesalahan Dahlan Iskan adalah menyebabkan kerugian negara sebesar 33 miliar dari anggaran 1 Triliun rupiah utk pengadaan 21 gardu listrik. Baru 4 gardu yang dibangun dan jadi milik PLN, selebihnya mangkrak karena lahan yg belum ter-bebaskan.

Ada kekeliruan prosedur disana yang kemudian di indikasikan korupsi, karena negara dirugikan.

Dahlan memang terkenal sebagai tukang tabrak prosedur. Perizinan dan sistem birokrasi di negara kita yang rumit seperti rambut budi handuk, membuat banyak program tidak berjalan. Dan jika itu ada di listrik, maka rakyat yang terkorbankan karena mereka-lah yg terkena imbas bayar sebentar dan padamnya lama.

Gaya koboi Dahlan yang terbiasa mengatur manajerial di grup perusahaannya, dipraktekkan di birokrasi. Hasilnya banyak masalah terselesaikan, tapi imbasnya adalah administrasi yang tidak sesuai. Disinilah bedanya swasta dan pemerintahan.

Menurut Menteri ESDM, Kejati seharusnya bisa memilah mana kekeliruan dan kejahatan. Bahkan menurut seorang praktisi hukum tidak ada sebenarnya kerugian negara, karena uang pembayaran sudah berbentuk barang. Dahlan juga tidak terbukti memperkaya dirinya dan orang lain, juga tidak melawan hukum. Itu 3 syarat utk pembuktian seseorang itu korupsi atau tidak.

Yang menarik adalah meskipun Dahlan pemilik grup media besar Jawa Pos Grup, ia tidak menggunakan jaringan medianya untuk membela dirinya. Ia malah membuat web sendiri gardudahlancom untuk membela dirinya. Beda dengan pemeluk Teddy Bear yang cenderung memanfaatkan media sebagai senjatanya dengan membabi-buta.

Memang kita tidak bisa memutuskan Dahlan bersalah atau tidak, karena itu wewenang perangkat hukum. Kita hanya bisa mengambil pesan moralnya bahwa pahitnya secangkir kopi sulit disamarkan meski ia ditambahkan sedikit gula.

Meski begitu, saya yakin dan Dahlan juga pasti yakin, bahwa jika kesulitan itu termasuk bagian dari menggugurkan dosa-dosa manusia, maka semoga peristiwa ini termasuk kasih sayang Tuhan kepada hamba-Nya yang taat.

Jika kita paham ini, maka sabar sudah bukan level-nya pak Dahlan dan keluarganya, tapi ia sudah masuk pada tingkatan bersyukur. (DS/SFA)

3 Comments

3 Comments

  1. ngapusi thok

    June 10, 2015 at 6:03 pm

    wong edan kok dibela, dahlan iku isone cuma pencitraan thok tolong lebih obyektif aja kalo bikin artikel

    • admin

      June 11, 2015 at 6:10 am

      Biar hukum yang memproses urusan salah dan tidaknya kita serahkan kepada Hukum…dan kita harus leih obyektif juga dalam menilai orang lain, jangan menghukumi sebelum terbukti..

      • ngapusi thok

        June 11, 2015 at 9:57 am

        saya adalah korban kebijakan dahlan… jadi jangan menganggap dia orang suci…saya adalah mantan karyawan yang pernah ikut demo melawan kezalimannya dimana sebuah perusahaan dibangkrutkan dan semua karyawannya didiamkan tanpa ada kejelasan hak, gaji dsb dan itu sudah berlangsung 3 tahun….dan masalah PLN memang akan dikasuskan apabila orang ini ini lengser dr jabatannya. Dan harap anda tahu saya pernah demo ke istrinya no 1, 2 , 3 dan 4 untuk masalah gaji dan hak2 karyawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: