Editorial

Saudi dan Persekutuannya Dengan Kejahatan dan Terorisme

Salafynews.com, RIYADH – Diantara banyak perang yang terjadi di Timur-Tengah, ada satu yang seharusnya menarik perhatian kita sekarang. Dimana hal ini menyangkut proses bagaimana Yaman meningkatkan kekuasaannya dan mempermalukan Arab Saudi di wilayahnya sendiri. (Baca 10 Alasan Mengapa Kerajaan Saudi Wajib Ditentang)

Karikatur Saudi Pemasok Senjata Untuk TerorisDiserbu di dalam negerinya sendiri, Arab Saudi yang putus asa dalam mencari “saling pengertian” serta kerjasama serius dari masyarakat internasional dan berpura-pura ikut dalam mengeliminasi ISIS juga jaringan teror lain di Irak dan Suriah, justru membuat perjanjian dengan Iblis-iblis  tersebut. Dan bagi mereka yang telah memperhatikan kegagalan perang di Suriah, hal ini seharusnya bukan menjadi sesuatu yang mengejutkan. (Baca Negara Khilafah Bukan Sistem Islam Tapi Sistem Negara Teroris)

Arab Saudi tidak serius mengenai eliminasi ISIS dan jaringan teroris lainnya. Mengapa? Karena kerajaan itu jelas-jelas mendukung ISIS dan Al-Qaeda di Yaman. Saudi tampaknya tidak belajar dari satupun kegagalan mereka di Suriah. Mereka justru mengulangi kesalahan konyol yang sama di Yaman. Mereka mengirim lebih banyak senjata dan uang tunai untuk pengikut teroris mereka di wilayah selatan negaranya, beserta akses lengkap untuk laporan intelijen raksasa Amerika.

Sebagaimana tujuan ISIS, yang sekarang menampilkan diri sebagai pengganti  yang kredibel untuk Al-Qaeda di Semenanjung Arab, tujuan dari Arab Saudi berfaham Wahabi itu adalah sama, yaitu “untuk membalas para kaum Sunni” di Yaman. Dalam perspektif sektarian inilah, ISIS dan pasukan Arab Saudi telah melakukan aksi bombardir terhadap segala sesuatu dan kepada semua orang disana. (Baca Saudi, ISIS, dan Zionis Kerjasama Hancurkan Yaman)

Dengan pengakuannya sendiri, Riyadh menyatakan diri tergantung pada apa yang mereka sebut “pejuang selatan”. Sebuah istilah lain yang dicuri oleh Saudi untuk melarikan diri dari tuduhan keterlibatannya dengan teroris ISIS dalam melakukan operasi darat.

Hal ini dilakukan Riyadh dikarenakan pasukan Saudi telah berulang kali gagal untuk mendapatkan tujuan yang harusnya diraih. Dalam keputusasaan itu, Riyadh  telah memberikan kendali kepada ISIS di beberapa wilayah selatan negaranya, meskipun jaringan teroris tersebut telah melakukan kekejaman massal dan menyatakan “jihad” melawan kerajaan itu sendiri. Dan untuk diketahui, Saudi juga berbagi kontrol atas beberapa wilayah dengan Al-Qaeda. (Baca Arab Saudi Terus Memasok Senjata Mematikan Kepada Teroris di Suriah)

Dengan melakukan semua ini, Saudi mengabaikan kenyataan bahwa perang atas Yaman sangat tidak mungkin untuk dimenangkan. Bukannya meraih kemenangan, penjahat Arab Saudi itu justru menemui jalan buntu. Saudi perlu ISIS dan al-Qaeda untuk tetap bertahan, sementara itu, perang yang panjang beresiko merusak kepemimpinan kerajaan dan menimbulkan ketidakpuasan dalam negeri. Bagaimana lagi? Mereka tidak bisa membagi-bagi Yaman seperti kue dengan seenaknya, namun juga gagal membuat negara tetangganya itu kacau dengan pergolakan sektarian dan kini harus mengandalkan ISIS serta al-Qaeda.

Parahnya, karena keputus-asaan mereka dan untuk menghindari kekalahan setelah apa yang terjadi di Suriah, Saudi bukan saja dengan kerelaan penuh mendukung teroris ekstrem dengan penuh kebencian, namun juga rela membayar sekutu-sekutunya agar mau tetap bergabung dalam perang, termasuk Mesir, dengan biaya sangat mahal. (Baca Saudi Gunakan Teroris Untuk Bantai Rakyat Yaman)

Dengan semua itu, masa depan terlihat suram bagi Saudi. Sangat sedikit orang-orang cerdas masa kini yang bisa menerima bahwa aliansi “tidak suci” Arab Saudi memiliki suatu dasar kebaikan. Keruwetan situasi dan terlibatnya banyak aktor, ditambah dengan perpecahan antara anggota koalisi, niscaya akan menguras kemampuan Saudi untuk memiliki Yaman secara utuh. (Baca Dokumen Rahasia Ungkap Saudi dan Barat Danai Milisi Teror Suriah)

Mereka kini sudah kewalahan,  dan apa yang membuat kesimpulan ini begitu kuat adalah bahwa pada saat pertempuran begitu keras dilancarkan atas Yaman, rakyat negara itu tetap bersatu dalam menghadapi agresi asing dan teror.

Dalam petualangan bodoh Saudi kali ini, para “pengubah pemerintahan” itu bagai sedang membawa hidup mereka yang penuh keputus-asaan menuju liang kubur. Benar kata orang, Pria jahat membuat diri mereka sendiri kalah di medan tempur sebagaimana mereka kalah dalam kehidupannya. (SFA/LM/FNA)

1 Comment

1 Comment

  1. Shiar Islam

    October 19, 2015 at 9:02 am

    Masjidil Aqsa terus diceroboh oleh pengganas Yahudi, rakyat Palistina Tanah Airnya dirampok Penduduk Palistina ramai yang dianiaya malah ramai yang dibunuh. Budak-budak kecil , wanita yang tak bersalah dibunuh, sedangkan jirannya Arab Saudi dan negara-negara Arab berdiam diri hanya menontonnya sahaja. Malah mereka lebih senang membunuh saudaranya yang misin di Yaman. Kamu negara Arab kononnya nega Islam. Siapa sebenarnya tempat rujukanmu, benarkah kamu berpegang teguh kepada al-Quran dan Sunnah, ataukah kamu menjadikan kaum kuffar dan musyrikin sebagai teman rapatmu? Tidakkah kamu sadar berbagai bencana telah turun, menjadi tanda, akibat kesalahan2 yang telah kamu lakukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: