Internasional

Saudi Hancurkan Warisan Budaya Suku Yaman

21 November 2015

SALAFYNEWS, YAMAN – Menurut data Statistik resmi yang dikeluarkan oleh Badan Umum untuk benda antik dan museum mengungkapkan bahwa pasukan koalisi Arab Saudi dalam serangannya telah menghancurkan 23 arkeologi warisan Yaman sejak dimulainya agresi pada bulan Maret 2015.

Kantor berita “Saba” menjelaskan bahwa agresi pasukan koalisi Saudi telah menghancurkan cukup banyak dengan kerusakan bervariasi beberapa monumen bangunan bersejarah milik Yaman, termasuk 6 kota dan 6 benteng bersejarah, 3 museum, 2 masjid, 4 istana, 4 kastil  serta beberapa tempat bersejarah lainnya semisal bendungan, bangunan kuno, rumah dan kubah ….. yang ada di beberapa wilayah Sana’a, Ma’rib, Aden, Amanat al-Asimah, Dali, Sa’dah, Taiz, Hudaidah, Shabwa, Hajjah.

Sementara itu menurut penghitungan oleh Badan Otoritas Umum untuk benda-benda antik menyebutkan bahwa agresi pasukan koalisi Saudi menghancurkan Masjid Hamra di Dar al-Hid di provinsi Sana’a yang mengalami kerusakan 100 persen, kota Baraqish di provinsi Marib mengalami kerusakan sekitar 20 persen, kota Serwah di provinsi Ma’rib mengalami kerusakan sekitar 30 persen, dan Qala Sirah di Aden mengalami kerusakan sekitar 10 persen, Museum of Aden (Abdali Palace) mengalami kerusakan sekitar 15 persen, desa Glen Attan Sana’a mengalami kerusakan sekitar 30 persen, Dar al-Hassan di Dali mengalami kerusakan sekitar 90 persen, kota bersejarah Sa’dah mengalami kerusakan sekitar 80 persen, masjid Jami al-Hadi di Sa’dah mengalami kerusakan sekitar 30 persen, dan arkeologi Kastil Kairo di Taiz mengalami kerusakan sekitar 80 persen.

Selain itu agresi pasukan koalisi Saudi telah menghancurkan dan menyebabkan kerusakan di kota tua Sana’a yang mengalami kerusakan sekitar 30 persen, kota Zabid mengalami kerusakan sekitar 20 persen, Istana senjata (Ghamdan) mengalami kerusakan sekitar 10 persen, Museum Nasional di Sana’a mengalami kerusakan sekitar 10 persen dan Museum Peninggalan Bangsa mengalami kerusakan sekitar 10 persen.

Agresi Saudi juga menyebabkan kehancuran dan kerusakan kastil Naqam mengalami kerusakan sekitar 30 persen, Museum Dhamar Museum 100 persen, kastil Jebel al-Sharif Puri di Provinsi Hudaidah mengalami kerusakan sekitar 40 persen, bendungan tua di utara dan selatan Ma’rib mengalami kerusakan sekitar 70 persen, Istana bal-Hajar (Istana Batu) di Sana’a mengalami kerusakan sekitar 10 persen, Gedung al-Aradi di Sana’a mengalami kerusakan sekitar 50 persen, Kubah Mahdi di Sana’a mengalami kerusakan sekitar 30 persen, Museum Ataq di Shabwa mengalami kerusakan sekitar 10 persen.

Di provinsi Hajjah, agresi pasukan koalisi Saudi menyebabkan kerusakan benteng al-Nu’man di Hajjah mengalami kerusakan sekitar 10 persen, benteng Mansoura mengalami kerusakan sekitar 10 persen, benteng Syaref mengalami kerusakan sekitar 10 persen, Qishleh di direktorat Midi mengalami kerusakan sekitar 30 persen, Mansoura Castle di Midi mengalami kerusakan sekitar 30 persen, Gedung Pemerintah lama mengalami kerusakan sekitar 30 persen, Idrissi Castle di Midi mengalami kerusakan sekitar 30 persen, bangunan kuno Juba wa Al Khor di Midi mengalami kerusakan sekitar 30 persen, bangunan kuno Alaly di derktorat Bakil mengalami kerusakan sekitar 30 persen, benteng Kefl mengalami kerusakan sekitar 40 persen, bangunan kuno Jabal Jehvan mengalami kerusakan sekitar 40 persen. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: