Fokus

Saudi Salahkan ‘Tuhan’ dalam Tragedi Crane Jatuh di Masjidil Haram

Salafynews.com, JAKARTA – Runtuhnya derek konstruksi yang menewaskan 107 orang di Masjidil Haram Mekkah adalah “tindakan Allah” dan bukan karena kesalahan teknis, ungkap seorang insinyur pengembang  perluasan Masjidil Haram disana.

Crane berwarna merah dan putih yang sangat besar, yang menimpa atap masjidil Haram selama hujan badai dan angin kencang kemarin, juga melukai lebih dari 200 orang. (Baca Tragedi Masjidil Haram)

Sikap berbagai pihak berwenang di Saudi yang menyalahkan alam atas terjadinya tragedi tower crane itu tak ayal menuai kritikan keras yang ditujukan pada Pemerintah Arab Saudi. Tragedi yang telah merenggut 107 orang dan melukai ratusan lainnya dinilai sebagai kelalaian Pemerintah Saudi.

Gambar crane jatuh di Masjidil Haram

Seorang ulama mengatakan mengatakan “kecerobohan dan kesengajaan” berada dibalik runtuhnya crane yang berakibat fatal. Ia juga menyatakan bahwa pemerintah Saudi harus bertanggung jawab dan menyeret pemilik perusahaan konsorsium ke pengadilan

Ulama itu, juga mengkritik pembangunan gedung-gedung bertingkat tinggi di sekitar Masjidil Haram. Menurutnya penguasa Saudi bersalah karena memberikan izin pembangunan gedung-gedung ini di dekat Masjidil Haram. Gedung-gedung pencakar langit itu telah mengelilingi Masjidil Haram dan berdampak buruk pada situs suci umat Islam itu.

Mengutip sumber Pers Saudi, pengembang proyek perluasan masjidil Haram tersebut, kini adalah perusahaan “Nesma”, yang merupakan  salah satu perusahaan yang dimiliki Muhammad putra mahkota raja Arab Saudi. Perusahaan Nesma adalah konsorsium yang telah mengambil alih tender perluasan Masjidil Haram setelah sebelumnya dipegang oleh Co Bin Laden. (Baca Konsorsium Putra Mahkota Saudi Bertanggung Jawab Atas Kecelakaan di Masjidil Haram)

Selain itu, berbagai kritik juga muncul dari dalam negeri Saudi sendiri. Kritikan keras itu antara lain  disampaikan Irfan al-Alawi, co-founder Islamic Heritage Research Foundation yang berbasis di Mekkah. Alawi bahkan membandingkan tragedi crane itu dengan insiden bom.

Ia menyalahkan Pemerintah Saudi yang berambisi memperluas Masjidil Haram dengan memasang banyak tower crane yang menghadap ke masjid suci umat Islam itu. (Baca Al Saud Tidak Becus Urus Masjidil Haram)

“Mereka tidak peduli tentang warisan suci umat Islam, dan mereka tidak peduli tentang kesehatan dan keselamatan,” ungkap  Alawi kepada AFP, Sabtu (12/9). Alawi selama ini merupakan salah satu aktivis yang mengkritik keras mega proyek perluasan Masjidil haram yang telah mengakibatkan perusakan pada situs-situs kuno yang terkait dengan Nabi Muhammad.

Mega proyek Arab Saudi itu sendiri telah diluncurkan pada tahun 2011 oleh Raja Abdullah yang  kemudian, pada tahun 2015 Raja Salman bin Abdul Aziz menambahkan lima proyek konstruksi sebagai bagian dari ekspansi masjid.

Dilaporkan setelah terjadinya tragedi mematikan ini, beredar foto-foto hoax yang menggambarkan sambaran petir terhadap crane yang runtuh, dan Muhammad bin Salman adalah dalang dibelakang foto-foto tersebut. Gambar sambaran petir yang membuat crane rubuh dan menimpa jamaah haji ini dilakukan untuk menyelamatkan Deputi Putra Mahkota dari kecaman umat Islam sedunia, dengan menisbatkan kesalahan tragedi Crane ini kepada ‘Tuhan’.

Menurut Ahli Telematika ini foto editan Photosop

Seorang aktivis Saudi dalam akun “Twitter” nya menulis, bahwa Muhammad bin Salman telah memerintahkan “gambar rekayasa petir ” di media maupun koran-koran Arab Saudi, untuk menunjukkan bahwa sambaran petir itu adalah penyebab kecelakaan di Masjidil Haram

Emir Mekkah pun mengakui adanya kesalahan dalam pemasangan crane dan kurang mengambil langkah-langkah keamanan untuk pencegahan jatuhnya crane. (SFA/MM/NN/BerbagaiMedia)

3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: Mufti Mekkah; Kenapa Crane Yang Lain Tidak Ikut Jatuh? | Arrahmah News

  2. Pingback: Tidak Ada Satupun Yang Dapat Mengelolah Mekkah | SalafyNews

  3. Pingback: Benarkah Berita kompensasi Korban Crane dari Media Arab bukan Resmi dari Pemerintahan Saudi ? | Arrahmah News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: