Internasional

Saudi Segera Bangun Kedutaan di Tel Aviv

Salafynews.com – Kantor berita al-Alam News Agency menukil dari surat kabar Zionis Maariv, menulis Arab Saudi berusaha membangun kemitraan strategi dengan Zionis Israel, karena mereka memiliki musuh yang sama Iran.

Alalam melaporkan, koran terbitan Israel itu mengutip bahwa sejumlah pangeran Saudi meminta pihak kerajaan untuk segera membuka kedutaan Arab Saudi di Tel Aviv.

Sementara itu, Riyadh dan Tel Aviv dalam konteks mempersiapkan opini publik untuk menerima hubungan diplomatik antar kedua negara. Pemerintah Saudi secara tidak resmi telah mulai melakukan beberapa kegiatan propaganda untuk membangun opini publik atas hubungan diplomatik ini.

Seorang wartawan terkenal Arab Saudi, Dahham al-Enazi yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan, menyambut baik rencana Saudi yang ingin membuka kedutaan di Tel Aviv.

Saudi_Segera_Bangun_Kedutaan_Di_Tel_Aviv

Saudi_Segera_Bangun_Kedutaan_Di_Tel_Aviv

Dahham al-Enazi dalam akun twitternya menulis, “Saya pribadi menyambut baik atas rencana Saudi yang ingin membuka kedutaan di Tel Aviv, dan saya berharap Anwar Ishqi menjadi diplomat pertama Saudi untuk Israel, serta saya berharap menjadi orang yang akan menemaninya bekerja”.

Anwar Ishqi sebelumnya juga dikabarkan telah melakukan pertemuan dengan Gould yang menjabat sebagai kepala Pusat urusan kenegaraan Yerusalem di Washington.

Ia juga menulis dalam akun twitternya, “Kami menyambut baik pembukaan kedutaan Israel di Riyadh, yang akan menggantikan kompleks kedutaan Iran, kemudian memulai perang bersama melawan Iran dan menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklirnya, kemudian setelah (Israel) menarik diri dari perbatasan pada tahun 1967, kami memasukkan israel menjadi anggota Liga Arab, “kata Al Enazi di akun tweeter-nya.”

13940326000465_PhotoJ

Kami menyambut baik pembukaan kedutaan Israel di Riyadh, yang akan menggantikan kompleks kedutaan Iran, kemudian memulai perang bersama melawan Iran dan menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklirnya, kemudian setelah (Israel) menarik diri dari perbatasan pada tahun 1967, kami memasukkan israel menjadi anggota Liga Arab, “kata Al Enazi di akun tweeter-nya.

Pada April 2015, dalam wawancaranya di Doha dengan koran Yedioth Ahronoth, menegaskan “Jika Israel menerima kesepakatan damai dengan negara-negara Arab, maka Saudi akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel”.

Sementara itu Menlu Israel, Avigdor Lieberman mengomentarinya dengan mengatakan bahwa Tel Aviv telah melakukan pembicaraan rahasia dengan beberapa Negara Arab termasuk Saudi Arabia dan Kuwait dalam rangka membentuk hubungan diplomasi.

“Ada komunikasi yang sudah sangat dekat sampai dengan tahap realisasi, dalam kurun satu tahun ke depan atau delapan belas bulan lagi, hal ini tidak akan menjadi rahasia lagi, semuanya akan dilakukan secara terbuka” ungkap Liebermen sebagaimana dikutip koran  Yedioth Ahronoth. [SFA] 

13940326000597_PhotoJ

13940326000600_PhotoJ

2 Comments

2 Comments

  1. wababi sisapi

    June 17, 2015 at 4:28 pm

    semakin jelas kemunfikan bani saud dan wahabi salafi.

  2. arifin

    June 19, 2015 at 6:20 pm

    Berdakwah dg damai saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: