Internasional

Selama Penguasaan ISIS di Irak Negara Rugi 35 Milyar Dollar

Senin, 03 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, BAGHDAD – Perdana Menteri Irak, Haidar al-Abadi mengatakan pada Sabtu (30/09) bahwa penguasaan dan pengendalian ISIS atas beberapa daerah di Irak telah menyebabkan kerugian negara sebesar 35 milyar dolar, selain kerugian akibat hilangnya nyawa manusia. (Baca: PM Irak; Selama Ada Turki, ISIS Akan Tetap Ada)

Abadi dalam pidatonya saat menghadiri konferensi ilmiah untuk Kementerian Tenaga Kerja Irak, mengatakan bahwa agresi dan penguasaan ISIS di Irak telah membawa dampak negatif pada ladang minyak di bagian utara Irak, dan hilangnya sejumlah besar senjata dan peralatan militer milik negara.

Perdana Menteri Irak memperkirakan harga minyak terus menerus akan merosot hingga tahun 2020, dan pemerintah Irak harus terus mengurangi anggaran belanja pemerintahan mereka karena perekonomian Irak bergantung pada hasil pendapatan minyak, dan beberapa ladang minyak Irak yang merupakan sumber pendapatan negara telah diambil alih dan dikuasai oleh ISIS. Kita telah menyaksikan bersama melemahnya sistem ekonomi negara Irak disebabkan merosotnya harga jual minyak yang jauh di bawah nilai minimum yang dipatok oleh negara untuk memenuhi gaji-gaji dan memberikan aspek pelayanan.

Haidar Abadi juga menjelaskan bahwa pemerintah Irak sedang merancang anggaran belanja yang akan datang dan memangkas besar-besaran anggaran belanja pemerintah untuk mempertahankan keberlangsungan hidup negara. (Baca: Ali Khamanei: Target Utama Teroris ISIS Bukan Suriah dan Irak Tapi Iran)

Ia juga mengatakan, “Kita harus menjaga aturan dan penggunaan kebijakan ini serta mengurangi kebergantungan negara pada sumber pendapatan  minyak untuk memperkuat ekonomi Irak dan mempertahankan keberlangsungan pemerintahan Irak”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: