Amerika

Senator AS; Paksa Obama untuk Terbitkan Dokumen Keterlibatan Arab Saudi dalam Serangan 9/11

Salafynews.com – Senator AS Rand Paul bergabung dengan sekelompok anggota parlemen bipartisan yang akan memaksa Presiden Barack Obama menerbitkan dokumen terklasifikasi terkait Arab Saudi sebagai donatur serangan teror 11 September 2001.

 Paul, dari kubu Republik, mendukung RUU bernama “Transparansi untuk Keluarga Korban 9/11” yang akan menuntut Gedung Putih agar menyingkap dan mempublikasikan isi laporan yang menunjukkan bagaimana Arab Saudi membiayai serangan 9/11.

Laporan 28 halaman itu merupakan bagian dari laporan besar Kongres dan DPR tentang peristiwa 9/11 yang dirilis pada tahun 2002.

Dalam konferensi pers Capitol Hill pada Selasa (2/6), Paul mengatakan, “Kita tidak bisa membiarkan halaman demi halaman dokumen itu hilang…membuat anggota keluarga bertanya-tanya apakah ada informasi tambahan seputar perbuatan mengerikan itu.”

Sekutu Paul di DPR juga mendorong untuk merilis laporan itu.

Pemerintahan George W. Bush memutuskan menahan sebagian laporan dengan alasan hal itu akan mengungkapkan metode pengumpulan data intelijen dan mempersulit penjaringan teroris. Maka bagian yang menunjukkan berapa jauh pemerintah Saudi terlibat dalam peristiwa 9/11 dirahasiakan.

Pemerintah Saudi, sekutu terdekat pemerintahan Bush di Timur Tengah, membantah keterlibatan apapun.

Kini Gedung Putih sedang mempertimbangkan apakah akan merilis 28 halaman itu. Sementara Presiden Obama sebelumnya mengatakan dia mendukung langkah tersebut.

Pejabat AS mengatakan serangan yang menewaskan hampir 3.000 orang dan memicu kerugian setidaknya US $ 10 miliar itu dilakukan teroris al-Qaeda. Tapi banyak analis percaya itu adalah operasi bendera palsu. Mereka percaya oknum-oknum dalam pemerintah AS mengatur atau setidaknya mendorong serangan 9/11 untuk meningkatkan ekonomi AS dan memajukan agenda Zionis.

Sementara itu Kantor Berita CNN pada tanggal (06/02/2015) merilis berita keterlibatan Arab Saudi pada serangan 9/11.

Seorang pria yang disebut sebagai pembajak ke-20 mengeluarkan tuduhan baru bahwa sejumlah anggota keluarga kerajaan Arab Saudi mendukung al Qaidah.

Zacarias Moussaoui, yang pada 2005 mengaku bersalah dalam enam dakwaan  terorisme, mengemukakan tuduhan ini dalam kesaksian tertulis di bawah sumpah yang dimasukkan dalam berkas perkara kasus perdata yang diajukandari keluarga korban serangan 11 September di New York.

Dalam pernyataan itu Moussaoui mengatakan dia ditugaskan oleh Osama bin Laden membuat satu basis data digital para penyumbang al Qaidah pada akhir 1990-an.

Moussaoui mengaku memasukkan nama-nama kelompok penyumbang dan jumlah sumbangan mereka ke dalam satu komputer Toshiba dalam periode tiga bulan.

Pembajak ke-20 yang sudah 13 tahun berada di dalam penjara AS ini mengatakan, dafar nama ini berisi tokoh-tokoh terkenal, termasuk sejumlah anggota keluarga, yang dia sebut satu persatu dalam kesaksian tertulisnya itu.

Diantara nama-nama itu terdapat nama Pangeran Turki al-Faisal Al Saud, mantan direktur jenderal Dinas Inteligen Luar Negeri Arab Saudi dan duta besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat.

Moussaoui yang berkewarganegaraan Perancis mengatakan dia ditunjuk mengerjakan proyek basis data ini karena latar pendidikannya dan mampu berbahasa Inggris.

“Shaykh Osama ingin mencatat pihak-pihak yang memberi uang, siapa yang harus didengar atau apa sumbangan mereka ke — ke jihad,” ujarnya yang terkadang dengan suara gagap.

Klaim Terkait Keluarga Kerajaan

Pernyataan tertulis di bawah sumpah Moussaoui yang baru ini dibuat di penjara di Florence, Colorado, tempat dia menjalani hukuman mati yang dikenakan pada 2006.

Dalam pernyataan ini Moussaoui juga mengatakan bertemu langsung dengan keluarga kerajaan Arab Saudi lebih dari satu kali di Arab Saudi untuk mengantarkan langsung surat dari dan untuk pemimpin al Qaidah.

“Saya diperkenalkan sebagai pembawa pesan Shaykh Osama bi Laden,” kata Moussaoui kepada para pengacara pada 21 Oktober.

“Apakah mereka memperlakukan anda dengan baik dalam kunjungan [pertama]?” tanya pengacara.

Zacrian Moussaoui mengklaim dia diplot untuk melakukan serangan ke Gedung Putih dengan pesawat 747 pada 11 September 2001. (Getty Images/Mario Tama)

“Sangat baik,” jawab Moussaoui.

Dia mengatakan dia berpergian dengan pesawat pribadi dan mobil limosin, sementara pertemuan-pertemuan dilakukan di hotel mewah dan bahkan di istana Arab Saudi.

Dia juga mendapat uang untuk biaya perjalanan di Kedutaan Besar Arab Saudi di Islamabad, dan dia menganggap uang itu sebagai sogokan.

Lebih jauh lagi, Moussaoui mengatakan kontak utama dengan keluarga kerajaan adalah Pangeran Turki al-Faisal Al Saud, dan pangeran ini memperkenalkan dia kepada anggota penting keluarga kerajaan lain seperti Pangeran Bandar bin Sultan yang juga mantan duta besar untuk AS.

Berkas perkara yang dimasukkan pada Selasa (3/2) ini juga memasukkan pernyataan dari tiga anggota Komisi 9/11, John Lehman, mantan Senator Bob Graham dan Bob Kerrey.

Pernyataan mereka tidak mendukung klaim tertentu Moussaoui tetapi mengatakan bahwa penyelidikan lebih jauh terkait keterlibatan Arab Saudi perlu dilakukan.

“Saya yakin ada hubungan langsung antara setidaknya satu teroris yang melakukan serangan 11 September dan pemerintah Arab Saudi,” tulis Graham. [SFA] 

Hasil penelitian Komisi 9/11 yang dibentuk pemerintah Amerika Tidak menemukan bukti keterlibatan Arab Saudi. (Getty Images/Spencer Platt)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: