Eropa

Serangan Udara AS Tewaskan Dua Staf Kedubes Serbia yang Disandera di Libya

21 Februari 2016,

SALAFYNEWS.COM, SERBIA (Berita Dunia) – Sedikitnya 43 orang tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap kamp pelatihan ISIS di Libya. Dua staf Kedutaan Serbia yang diculik di Libya tahun lalu termasuk di antara korban tewas. Menteri Luar Negeri Ivica Dacic mengatakan mereka disandera bulan November ketika konvoi diplomatik mereka termasuk duta besar Serbia, diserang dekat kota pantai Libya, Sabratha.

Menteri Luar Negeri Serbia mengatakan dua orang staf kedutaan Serbia yang disandera di Libya sejak November, tewas dalam serangan udara Amerika terhadap kamp pelatihan ISIS di Libya barat, hari Jumat (20/2).

Menteri Luar Negeri Ivica Dacic mengeluarkan pengumuman itu dalam jumpa pers di Beograd hari Sabtu (20/02). Dacic mengatakan mereka disandera bulan November ketika konvoi diplomatik mereka termasuk duta besar Serbia, diserang dekat kota pantai Libya, Sabratha.

staf Serbia yang TewasMereka adalah staf komunikasi Kedutaan, Sladjana Stankovic dan sopir Kedutaan, Jovica Stepic. Keduanya diculik setelah konvoi diplomatik Serbia disergap dekat Sabratha, November 2015 lalu.

Sejak saat itu, pemerintah Serbia selalu berusaha beregosiasi demi membebaskan keduanya. Selama itu pula, negosiasi belum juga tercapai, lantaran Serbia menilai permintaan ISIS tak bisa mereka penuhi -tanpa menyebutkan apa permintaan ISIS.

Dacic mengatakan informasi mengenai tewasnya kedua sandera diberikan kepada Serbia oleh para pejabat luar negeri tetapi belum dikukuhkan oleh Libya.

Pesawat-pesawat tempur AS menggempur kamp pelatihan ISIS di kota Sabratha, Libya pada Jumat (19/2) waktu setempat. Ini merupakan serangan udara AS kedua kalinya yang dilancarkan terhadap ISIS di Libya dalam tiga bulan terakhir.

Kamp pelatihan tersebut terkait dengan Noureddine Chouchane, warga Tunisia yang dituduh otoritas Tunisia terlibat dalam serangan-serangan di museum dan resor pantai Sousse di Tunisia. Puluhan turis tewas dalam serangan-serangan pada tahun 2015 tersebut. Chouchane diyakini termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan AS tersebut. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: