Nasional

Serukan Persatuan Islam Hadapi Sektarianisme, Grand Syeikh Al-Azhar Kunjungi Indonesia

22 Februari 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Syeikh Agung dari Universitas Islam Al-Azhar, Ahmed Al-Tayeb menekankan pentingnya persatuan Islam dalam upaya mengatasi kelompok fundamentalis dan teroris Takfiri. Syeikh Agung ini juga memperingatkan tentang kemungkinan siasat lain dari kelompok ini untuk menyulut perang sektarian. Sheikh Ahmed Tayyeb juga menyerukan persatuan dan kerjasama serta memperingatkan upaya propaganda teroris untuk memunculkan “konflik sektarian”. (Baca: Perang Sektarian Untungkan Zionis Israel)

Menteri Agama Sambut Kedatangan Grand Syeikh Al Azhar

Hari ini ulama yang anti terhadap sektarinisme berkunjung ke Indonesia. Pemimpin tertinggi Institusi al-Azhar, Kairo, Mesir, Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyeb, bersama rombongan tiba di Jakarta, Ahad (21/02/2016) malam.

Dalam kunjungan bersejarahnya ke Tanah Air selama kurang lebih enam hari ini, sosok yang pernah menjabat rektor Universitas al-Azhar dari 2003-2010 tersebut, didampingi oleh delagasi khusus al-Azhar yang terdiri dari Prof Mahmud Hamdi Zaqzuq, mantan menteri wakaf Mesir, Anggota Dewan Penasihat al-Azhar Syekh Muhammad Abd as-Salam, Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Azhar Prf Abd al-Fattah al-Awari, dan Sekjen Majelis Hukama al-Muslimin Prof Dr Ali an-Nu’ami. (Baca: Da’i Penebar Kebencian dan sektarian Pasti Wahabi dan Kaum radikal)

Rombongan yang tiba dengan pesawat khusus dan mendarat di Halim Perdana Kusama itu, disambut oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Umum Ikatan Alumni al-Azhar Indonesia (IAAI) Prof Quraisy Shihab, dan sejumlah duta besar negara sahabat.

Sekjen IAAI, Muchlis Hanafi mengatakan kedatangan Syekh al-Azhar Indonesia membawa misi besar, yaitu menyebarkan perdamaian dan moderasi Islam dari Indonesia kepada dunia. “Grand Syekh al-Azhar akan menyampaikan pidato perdamaian dan kemanusiaan untuk dunia,” katanya sebagaimana dilansir Republika Senin (22/02/2016).

Muchlis yang juga Pelaksana Tugas Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran (LPMA) itu mengatakan, kunjungan ini sangat penting untuk mempererat hubungan antara kedua negara, terutama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan dakwah keagamaan. Kunjungan Grand Syekh Al Azhar ini juga penting untuk mempererat hubungan antara masyarakat muslim Indonesia dengan Al-Azhar.

Menurut Muchlis, Syekh ath-Thayyeb dikenal sebagai ulama moderat dan selalu menyerukan ukhuwah (persatuan), dan tegas mengkritik Zionis. Di antara sikap dan pandangan keagamaannya adalah membela Khazanah Pemikiran Turats (Kitab Kuning). Syekh Ath-Thayyeb selalu menekankan misinya untuk melestarikan dan menyebarkan buku-buku turats (klasik). “Dalam banyak kesempatan, beliau sering mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang terjadi di al-Azhar dan universitas-universitas Islam lain, yaitu: digantikannya buku-buku turats dengan buku diktat dari dosen,” kata Muchlis.

Syekh ath-Thayyeb juga dikenal mendukung Mazhab Asy’ari. Dikatakan Muchlis, sebagai pribadi dan orang Azhar, Syekh ath-Thayyeb selalu menganjurkan Mazhab Asy’ariyyah dalam akidah, karena menurutnya, paling pas dalam memadukan antara akal dan wahyu. Selain itu, Mazhab Asya’riyyah juga paling hati-hati dalam mengkafirkan orang lain. “(Syekh Thayyeb berpandangan) maraknya fenomena pengafiran yang terjadi di kalangan tertentu umat Islam, selain karena penindasan penguasa, juga dihidupkannya kembali pemikiran-pemikiran khawarij yang sebenarnya sudah hilang ditelan sejarah,” tutur Muchlis. (Baca: “Hasutan Sektarian” Modal Media Radikal dan Wahabi)

Agenda Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad Thayyeb

Selama berada di Indonesia, ulama ahlussunnah wal jama’ah yang pernah menjabat sebagai mufti negara Mesir itu akan menghadiri serangkaian acara. Pagi ini, Senin (22/02/2016) bersama rombongan, Grand Syaikh akan bertemu diterima oleh Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla, dan berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia. Dan Selasa (23/02/2016), Syekh al-Azhar akan menyampaikan pidato di hadapan ratusan alumni al-Azhar dari berbagai daerah di Auditoriom Harun Nasution, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Selain UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Grand Syekh Al Azhar juga dijadwalkan akan meninjau Pusat Studi Al-Quran (PSQ) pimpinan Prof. Dr. Quraish Shihab yang juga menjadi perwakilan Indonesia di Majelis Hukama Al-Muslimin dan meninjau Masjid Al Azhar. Selain itu, beliau juga akan menerima penganugerahan gelar doktor kehormatan dari UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang. “Penganugerahan ini akan diberikan dalam sidang senat terbuka pada Rabu (24/02/2016) yang dijadwalkan akan dihadiri juga oleh Menag Lukman di Aula UIN Malang,” jelas Muchlis.

Mengakhiri kunjungannya di Indonesia, Grand Syekh dijadwalkan berkunjung ke Ponorogo untuk mengadakan pertemuan dengan keluarga besar pondok modern Darussalam Gontor, sekaligus pembukaan perayaan 90 tahun pondok tersebut. Selain memberikan sambutan, Syekh Ahmad Ath-Thayeb juga akan meresmikan gedung Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor. “Grand Syekh beserta rombongan dijadwalkan akan kembali ke Mesir pada Jumat pagi,” tutur Muchlis. (SFA)

Sumber: Kemenag

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Jokowi Minta Kepada Syeikh Al-Azhar untuk Bantu Sebarkan Islam Moderat Kepada Rakyat Indonesia | SALAFY NEWS

  2. Pingback: Grand Mufti Al Azhar Bungkam Kelompok Penebar Sektarian, Sunni-Syiah Bersaudara | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: