Internasional

Serukan Persatuan Sunnah-Syiah Menteri Kebudayaan Mesir Diserang Ulama Ekstrimis Wahabi

Kamis, 26 Mei 2016,

SALAFYNEWS.COM, MESIR – Menteri Kebudayaan Mesir dalam sebuah percakapan melalui telepon dalam program Ruang Berita milik saluran “Sada Elbalad” terkait penolakannya untuk menganggap buku-buku Syiah sebagai kumpulan buku yang mempromosikan ekstremisme, dia mengatakan bahwa Syiah adalah salah satu madrasah pemikiran Islam, dimana secara resmi telah diakui oleh universitas Al-Azhar dan kini buku-buku yang berkaitan dengan Syiah juga dipelajari disana. (Baca: Wikileaks Retas Email Hillary Clinton, Perang Sektarian Modal Barat Hancurkan Islam)

Ia menambahkan bahwa karena madzhab tersebut tergolong dari madzhab-madzhab Islam maka saya tidak memiliki permusuhan apapun dengannya, sementara terkait masalah pelarangan penjualan buku-buku Syiah maka itu bukanlah urusan saya, seperti dilansir Middle East Panorama (25/05). (Baca: Serukan Persatuan Islam Hadapi Sektarianisme, Grand Syeikh Al-Azhar Kunjungi Indonesia)

Menurut keterangan Menteri Kebudayaan Mesir, Helmi Al-Nimnim, beberapa tokoh Wahabi-Salafi dan tokoh ekstrimis yang berafiliasi ke Arab Saudi seperti ketua Partai Al-Nour, Younes Makhioun, dan juru bicara koalisi pembela para sahabat, Alaa Saeed, mengecam keras komentar Menteri tersebut tentang upaya pendekatan antar madzhab, bukan hanya itu ia juga menerima sejumlah ancaman, dimana Alaa Saeed mengatakan bahwa Menteri Kebudayaan itu harus segera diadili di parlemen sebagaimana pula ia mengancam Menteri itu dengan dalih mencoba untuk menyebarkan Syiah, sementara Younes Makhioun mengklaim bahwa penunjukan Al-Nimnim sebagai Menteri Kebudayaan Mesir adalah sebuah kesalahan terbesar negara Mesir dan ia harus segera mengundurkan diri. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: