Headline News

Shadow Commander Tiba di Irak, Skenario ISIS-AS-Zionis Berantakan di Mosul

shadow-commander
#Mosul

Rabu, 02 November 2016,

SALAFYNEWS.COM, MOSUL – Rencana Amerika-Turki untuk menguasai Mosul sekaligus memperkuat para teroris di Suriah yang nyaris kollaps tampaknya tidak akan berjalan mulus. Jenderal Suleimani, Jenderal bayangan “ “The Shadow Commander” yang telah berulangkali menggagalkan rencana Zionis di Timur Tengah, termasuk mengusir ISIS dari sebagian besar wilayah di Irak dan mempertahankan kekuasaan rezim Bashar Assad di Suriah, saat ini dia diketahui sedang berada di Mosul. (Baca: Media Israel “Bunuh” Sang Shadow Commander “Qassem Soleimani”)

General Qassem Suleimani

Seperti dilaporkan Veterans Today, Jumat (28 Oktober), Jenderal Suleimani telah berada di dalam ruang komando operasi militer Hashd Shaabi di Mosul untuk memberikan saran-saran dalam operasi pembebasan Mosul dari kelompok ISIS.

“Hashd Shaabi (pasukan relawan bersenjata Irak) akan segera memulai operasi militer di barat Mosul untuk memotong jalur evakuasi ISIS ke Suriah dan juga untuk menggagalkan rencana AS untuk mencegah partisipasi pasukan relawan rakyat dalam operasi di Mosul, dia telah bergabung dan telah dijadikan sebagai penasihat militer”, tulis Veterans Today mengutip laporan media Lebanon “al-Akhbar” yang mengklaim mendapatkan informasi ini dari pejabat penting Irak.

Jubir Hashd Shaabi Irak, Ahmad al-Assadi, pada Agustus lalu telah mengkonfirmasi bahwa Jenderal Suleimani akan memainkan peranan pentingnya dalam pembebasan kota Mosul. Ia juga menekankan pentingnya para penasihat militer lainnya dalam operasi pemberantasan ISIS di Irak. (Baca: Wasekjen Hizbullah: Perangi Takfiri dan Teroris Tidak Bisa dengan Hanya Mengecam)

“Kehadiran Brigadir Jenderal Qossim Suleimani dalam operasi pembebasan Mosul dan Provinsi Niniwe sangatlah penting dan dia penasihat terpenting yang membantu pemerintah Irak dalam peperangan melawan tenroris ISIS,” kata al-Assadi kepada FNA Agency.

“Haji Qassem Suleimani adalah penasihat militer terpenting Iran yang tengah berada di Irak atas undangan, permintaan dan persetujuan pemerintah Irak,” tambahnya.

Sebelumnya pada bulan Juni, Menlu Irak Ebrahim al-Jafari mengatakan bahwa Jenderal Suleimani berada di Irak untuk membantu kampanye pembersihan teroris atas permintaan keras pemerintah di Baghdad.

“Jenderal Suleimani tengah berada di Irak atas undangan pemerintah Irak untuk memberikan saran-saran militer kepada tentara Irak,” kata al-Jafari kala itu. (Baca: Janji Sang Jendral “Qasem Suleimani” Kepada Suriah)

Juga pada bulan Juni, komandan milisi Hashd al-Sha’abi Abu Mehdi al-Mohandes menegaskan bahwa Jenderal Suleimani berada di Irak atas undangan pemerintah Irak.

“Para penasihat dari Iran, dipimpin oleh saudara kami Qassem Suleimani, telah berada di samping kami sejak dimulainya perang, dan kehadirannya atas permintaan pemerintah Irak dan persetujuan komando militer tertinggi Irak,” kata Mohandes kepada Sumeria News.

Sejumlah pengamat menyebut bahwa perang pembebasan Mosul pada dasarnya adalah perang antara koalisi Amerika, Turki dan Kurdi Irak kelompok Barzani sekutu Turki. Ketiganya, terlebih Turki yang pernah menjadi penguasa Mosul di masa lalu, tidak menginginkan pengaruh Iran semakin kuat di Irak hingga ke Mosul. Mereka dengan gigih menentang keterlibatan Iran dan pasukan populer dalam pembebasan Mosul. Turki bahkan telah menempatkan pasukan di utara Mosul atas undangan pemimpin wilayah otonomi Kurdi di Irak. (Baca: Dihajar Tentara Irak, Para Pemimpin Teroris ISIS Mosul Melarikan Diri ke Saudi)

Skenario koalisi ini adalah merebut dan menguasai Mosul tanpa kehadiran pasukan populer, setelah sebelumnya mengevakuasi ISIS dan mengirimnya ke Suriah untuk membantu rekan-rekan mereka yang tengah tergencet oleh serangan koalisi Suriah-Rusia-Iran-Hizbollah.

Jenderal Suleimani terlibat langsung dalam pembebasan sebagian besar wilayah di Irak, serta menjadi batu sandungan Zionis Israel di negara itu. Selain itu, ia aktif dalam operasi militer di Suriah yang berhasil menjaga kekuasaan Bashar Assad sekaligus menggagalkan rencana Zionis untuk menggantinya dengan regim baru yang lebih pro-Amerika-Israel. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: