Internasional

Shalat Jum’at Sunnah-Syiah Galang Persatuan Pasca Bom Kuwait

Salafynews.com, KUWAIT – Ratusan Muslim Sunni dan Syiah melaksanakan shalat Jum’at bersama di masjid Agung Kuwait untuk menunjukkan persatuan. Masyarakat Kuwait baik Sunni maupun Syiah bersumpah untuk memblokir setiap upaya yang menyulut perpecahan sektarian seminggu setelah ISIS mengguncang  negara itu dari serangan milisi yang mematikan.

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas peristiwa bom bunuh diri  pada 26 Juni di sebuah masjid milik Muslim Syi’ah di kota Kuwait yang menewaskan 27 orang dan mengakibatkan korban luka-luka lebih dari 200 orang.

Shalat Jum’at Sunnah-Syiah di Masjid Agung Kuwait Galang Persatuan

Seorang anggota parlemen Syiah, Adnan Abdul Samad mengatakan kepada Reuters bahwa ISIS “bodoh” karena berpikir mereka bisa mengacaukan Kuwait. Serangan itu hanya membuat masyarakat Kuwait lebih bertekad untuk mempromosikan solidaritas.

“Shalat ini, adalah shalat untuk persatuan,” ungkapnya. “Kejahatan keji ini hanya akan membawa kami jauh lebih kuat dan lebih bertoleransi. Syukur kepada Allah yang telah membuat musuh-musuh kita bodoh. Apakah mereka sedang berkhayal hingga mengira dengan kejahatan ini bisa menciptakan perselisihan?”

Walaupun hanya negara kecil, Kuwait juga merupakan negara penghasil minyak yang strategis dan pendukung usaha Amerika dalam memerangi ISIS, menyediakan intelijen, mendanai dan mempersilahkan penggunaan wilayah udaranya oleh koalisi Arab-Barat dalam pertempuran memerangi milisi garis keras itu.

Hubungan pihak Sunni dan Syiah selalu baik dalam masyarakat Kuwait yang 70 persen dari 1,4 juta penduduknya adalah Sunni dan 30 persennya adalah Syiah.

“Tetapkanlah bangsa kami dalam keselamatan dan lindungilah kami dari hasutan,” ucap Imam Sunni, Waleed al-Ali dalam doanya dihadapan jamaah yang didalamnya termasuk juga Sheikh Sabah al Ahmed al Sabah.

Kuwait telah menahan 90 orang terkait dengan serangan bom tersebut. Menteri Dalam Negeri Kuwait mengatakan pada Gulf Arab hari Selasa lalu bahwa negara sedang berperang melawan ISIS dan akan menumpas seluruh sel-selnya yang diyakini masih berada di tanah Kuwait.

Serangan itu dilakukan oleh Fahad Suleiman Abdul Mohsen Al-Gabbaa, seorang pria berusia 20-an tahun dari Saudi Arabia, yang menunjukkan bahwa ISIS piawai dalam menebar  ancaman untuk meningkatkan kekerasan di bulan suci Ramadhan. (SFA/LM/TET)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Persatuan Sunnah-Syiah Pesan Ilahi Untuk Negri | Salafy News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: