Eropa

Si Cantik Kembali Ke Moskow Untuk Diinvestigasi

Salafynews.com, MOSKOW Remaja Rusia, Varvara Karaulova tiba di Moskow dari Turki, dimana sebelumnya ia tertangkap saat berusaha menyeberang ke Suriah dalam usahanya bergabung dengan kelompok terror ISIS. Gadis remaja ini akan diinvestigasi oleh pihak kepolisian yang nantinya akan memutuskan apakah ia bisa dikenai kasus pidana atau tidak.

Remaja 19 tahun itu tiba di Moskow setelah terbang dari Istambul pada hari Kamis, 11 Juni lalu. Diplomat Rusia di Turki menekankan bahwa gadis itu tidak dideportasi, “Ini bukan tentang deportasi. Ia hanya akan pulang ke Rusia,” ungkap Igor Mityakov, jubir kedutaan Rusia di Turki.

Si Cantik RusiaVarvara di tahan otoritas Turki di Turki tengah bagian Selatan di kota Kilis dekat dengan perbatasan Suriah minggu lalu, saat ia tengah berupaya menyeberang perbatasan bersama 13 remaja Rusia lain, termasuk enam anak-anak. Mereka diyakini sedang dalam perjalanan untuk bergabung dengan ISIS. Baca Gagalnya Si Cantik Rusia Gabung ISIS

Di bandara Turki pada hari Kamis, gadis itu menutupi seluruh tubuhnya dan menutupi wajahnya dibalik kain kerudung. Menurut ayahnya, Paul Karaulov, mahasiswi di jurusan filosofi Universitas Moskow itu menghilang akhir Mei lalu setelah menunjukkan ketertarikan kepada kegiatan yang aneh di kampusnya.

“Akan saya buktikan bahwa ia bukanlah seorang kriminal. Keluarga kami punya seorang pengacara. Saya rasa ia bahkan tidak sadar akan kemana. Ia tak punya niat untuk berbuat kriminal,” ungkap Pavel Karaulov sebagaimana dikutip RIA Novosti.

Setelah bertemu putrinya sewaktu pertama kali putrinya itu ditahan di Turki, Karaulov mengatakan putrinya itu terus menerus menangis dan ingin segera pulang. “Seorang anak yang menjadi objek tekanan psikologis berat bisa dan harus dimaklumi,” ungkapnya pada RT, menambahkan bahwa putrinya kini mengalami trauma psikologis.

Karaulov juga mengatakan kepada RT bahwa walaupun putrinya lebih kurus dan matanya terlihat sangat sedih, namun secara keseluruhan putrinya itu sehat-sehat saja. “Pemeriksaan medis sudah dilaksanakan, ia dalam keadaan normal, tidak ada zat aneh yang ditemukan,” ungkapnya.

Walaupun keluarga percaya gadis ini tak bersalah, ia tetap akan dibawa ke Komite Investigasi Moskow untuk ditanya oleh pihak kepolisian. Belum ada kasus kriminal yang ditetapkan, namun jubir Komite, Vladimir Markin mengatakan bahwa sejumlah fakta perlu diperiksa. “Jika terbukti bersalah karena dengan sengaja ingin bergabung dengan ISIS, seorang terdakwa bisa dikenai hukuman 5 sampai 10 tahun di penjara dan didenda lebih dari 500.000 rubel (sekitar 9.000 dolar),” ucap Markin.

“Saya yakin dalam kasus ini, Varvara tidak bersalah, ada tanda-tanda jelas yang menunjukkan bahwa ia telah menderita tekanan baik fisik maupun psikologis,” ungkap pengacara Varvara, Aleksandr Karabanov kepada jurnalis, menambahkan bahwa paspor gadis itu juga telah diambil darinya.

Menyebut operasi penemuan Karaulova sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, pengacara itu juga menyatakan bahwa gadis itu bisa saja hilang selamanya jika tidak segera ditemukan beberapa jam sebelum menyeberang ke Suriah.

Diplomat Rusia di Turki kini sedang berusaha untuk mendapat akses mengenai orang-orang Rusia lainnya yang telah ditahan di perbatasan dan diduga memiliki kaitan dengan ISIS.

“Tentu saja hal ini mengkhawatirkan bagi kami, dan seharusnya juga mengkhawatirkan bagi semua orang, karena mereka yang berkonflik di Timur Tengah, dan yang bergabung dengan ISIS adalah juga dari orang-orang Eropa, Amerika dan warga negara asing lainnya,” ungkap Kemenlu Rusia, Sergei Lavrov.

Lavrov menekankan bahwa sebuah strategi gabungan harus segera dibuat untuk memerangi ancaman ISIS dan rekruitmen mereka atas warga asing.

“Demi efektifitas perlawanan terhadap ancaman terror, termasuk ancaman ISIS, upaya-upaya gabungan universal sangat diperlukan. Upaya ini harus berdasar hukum Internasional termasuk aturan dari Dewan Keamanan PBB. Upaya semacam ini juga harus berdasar kepada link kemitraan, termasuk intellijen,” Lavrov menyimpulkan.(lm/rt)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: