Analisis

Siasat Kelompok dan Media Radikal, Syiahkan dan Liberalkan Ulama Aswaja

26 Maret 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Maraknya media Islam non Ahlusunnah wal Jama’ah membuat orang awan semakin bingung akan keislaman. Banyak ummat awam yang ikut memfitnah ulama gara-gara media. Banyak awam yang ikut mencela ulil amri gara-gara media. (Baca: Stempel Syiah Cara Wahabi, Teroris Serta Kelompok Radikal Padamkan Cahaya Qur’an dan Sunnah yang Cinta Persatuan)

Dan akhir ini banyak para kyai, gus dan habaib yang dicap Liberal dan Syiah oleh netizen awam yang salah membaca suatu media Islam. Yang dulu media-media non Aswaja ini dengan mudahnya memberi cap Syirik dan Bid’ah namun akhir-akhir ini cap itu kurang laku, maka mereka melancarkan cap Liberal dan Syiah kepada ulama-ulama Ahlussunnah. Padahal golongan Liberal di Indonesia itu cuma satu, dua orang sedangkan Syiah juga cuma sedikit sekali. Namun kelompok non Ahlussunnah membesar-besarkan isu Syiah dan Liberal dengan cara memfitnah para kyai dan gus Aswaja sebagai tokoh Syiah dan tokoh Liberal. (Baca: HTI, PKS, Wahabi Sebarkan Isu Anti Nasionalisme-Toleransi Untuk Hancurkan NKRI)

Sebenarnya apa sih kriteria Liberal dan kriteria Syiah menurut mereka? Ternyata setiap yang suka Maulid Nabi dan tidak mau ikut mengkafirkan Syiah maka berarti Syiah. Dan setiap yang tidak mau mengkafirkan orang lain maka berarti Liberal, padahal alasan para ulama tidak mengkafirkan karena kehati-hatian dan demi keharmonisan bersama. (Baca: Kau Syiah kan Ulama Sunni, Kau Sunni kan Ulama Wahabi)

Syaikh Taqiyuddin as-Subki juga berpendapat bahwa orang yang taqwa kepada Allah adalah orang yang tidak suka mengkafirkan walaupun terhadap golongan yang menyimpang:

Suila

“Sayyidina wa Maulana Syaikh Taqiyuddin as-Subki Ra. ditanya tentang hukum mengkafirkan Muslim yang dianggap “menyimpang” dari ajaran Islam. Syaikh Taqiyudin menjawab: “Setiap orang yang takut kepada Allah Swt. akan menganggap luar biasa sekali mengkafirkan orang yang mengucapkan ‘La ilaha illallah Muhammadun Rasulullah’. Mengkafirkan (seorang Muslim) adalah bahaya besar. Karena memvonis seseorang sebagai kafir sama dengan menyatakan bahwa orang tersebut abadi di neraka. Secara hukum fiqh tidak terlindungi darah dan hartanya, tidak boleh menikahi Muslimah, hak-haknya sebagai Muslim dicabut baik saat hidup (seperti nikah dengan Muslim/Muslimah) ataupun setelah mati (seperti tidak boleh dishalatkan dan tidak boleh dikuburkan di pemakaman Muslim). Tidak memvonis kufur pada 1000 orang yang jelas-jelas kufur lebih ringan bahayanya daripada menyatakan seorang muslim sebagai orang yang kufur (keluar dari Islam)”.

Lalu kenapa para ulama yang bertakwa justru sering difitnah (dicap Liberal dan Syiah)? Itulah ujian orang alim ketika akan diangkat derajatnya. Imam Abul Hasan asy-Syadzily Ra. menyatakan:

Suila2

“Seorang alim belum akan mencapai tingkat kesempurnaan ilmunya hingga mengalami 4 ujian: 1. Kegembiraan musuh (disebabkan cobaan yang menimpanya), 2. Celaan para sahabat, 3. Hinaan orang-orang yang bodoh, dan 4. Iri hati dari kalangan ulama. Jika dia mampu bersabar terhadap itu semua, pasti Allah akan menjadikannya sebagai pemimpin yang diikuti.”

Ulama pun akan iri dengan ulama lain, apalagi hinaan orang-orang bodoh (awam) dalam hal agama pasti sulit dihindari, itulah ulama yang mempunyai derajat tinggi. Wallahu a’lam. Semoga kita dihindarkan dari sifat mencela dan menghujat sesama muslim apalagi terhadap para Ulama. Aamiin. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Abdullah Ade

4 Comments

4 Comments

  1. Habib Hasan Alatas

    March 26, 2016 at 1:36 pm

    Inilah kerja juru fitnah tak ada lain kerja mereka melainkan untuk memecah belahkan kesatuan ummat Islam. Akibatnya seperti apa yang terjadi di banyak negara ummat Islam meskipun ummat Islam sudah mencapai seperlima penduduk dunia tetapi mereka masih lemah dalam segala hal, sehingga musuh yang jumlahnya kecil seperti Zionis Yahudi tidak dapat dikalahkan oleh ummat Islam yang ramai. Ummat Islam bagaikan buih yang tak punya apa-apa makna diakibatkan juru fitnah yang merajalela dalam masyarakat ummat Islam. Mereka telah lupa segala jerih payah Rasulallah SAW dan para sahabat dan alim ulama yang ikhlas yang telah berjaya menyatupadukan ummat Islam Muhajirin dan Ansor, dan berkat kesatuan tadi ummat Islam pada zaman Rasullah SAW telah berjaya menyebarkan Islam ke seluruh pelosok dunia. Musuh-musuh Islam takut berhadapan dengan pejuang Islam ketika itu, apa yang terjadi sekarang pikirlah sendiri.

  2. Pingback: Fakta Media Radikal Pro Teroris Hancurkan Islam dan NKRI | SALAFY NEWS

  3. Pingback: Wejangan Pedas Habib Lutfi kepada Kyai dan Habib Sikapi Pilkada | SALAFY NEWS

  4. Pingback: Wejangan Pedas Habib Lutfi kepada Kyai dan Habib Sikapi Pilkada | ISLAM NKRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: