Internasional

SIC Pakistan: Tak Ada Bahaya Bagi Haramain Kecuali Dari Saudi Sendiri

Islamabad, Salafynews.com – Ulama Pakistan pemimpin Dewan Persatuan Sunni (Sunni Ittehad Council/SIC), Sahibzada Muhammad Hamid Raza, menilai klaim pemerintah Arab Saudi bahwa Haraimain atau tanah suci Mekkah dan Madinah terancam bahaya tak lain hanyalah dalih dan pembenaran untuk serangan Saudi dan sekutunya ke Yaman.

“Tak seperti diklaim Saudi, sama sekali tidak ada ancaman dari negara-negara Islam  terhadap tanah suci Islam Mekkah dan Madinah,” ujarnya dalam wawancara dengan wartawan kantor berita resmi Iran, IRNA, Sabtu (25/4).

Ulama moderat Pakistan ini secara blak-blakan balik menuding rezim Saudi sendiri sebagai ancaman bagi Haramain.

“Pemerintah Saudi sendiri yang justru telah banyak merusak tempat-tempat suci di negara ini, karena itu tak patut mereka mengklaim tempat-tempat tersuci Islam itu terancam oleh pihak lain. Saudi sendiri adalah ancaman terbesar bagi tempat-tempat suci di negara ini,” tegasnya.

Pemimpin partai politik Islam SIC yang memiliki sekitar 160 juta pengikut aliran Sunni moderat ini melanjutkan bahwa Arab Saudi sedang memainkan peranan negatif di dunia Islam dan telah menimbulkan banyak kerugian bagi umat Islam.

Mengenai keputusan parlemen Pakistan yang telah mencegah keterlibatan pasukan negara ini dalam koalisi anti Yaman, Hamid Raza menilai keputusan ini berhasil mencegah keberlumuran tangan Pakistan dengan darah anak-anak kecil dan kaum perempuan tak berdaya di Yaman.

“Tindakan parlemen Pakistan ini adalah satu langkah positif dan merupakan suatu pesan bagi sebagian negara non-demokratis Timteng agar mereka mengetahui bahwa di tengah komunitas-komunitas masyarakat dan negara-negara demokratis pemerintahnya berkomitmen mengikuti suara dan pandangan para wakil rakyatnya,” paparnya.

Mengenai kunjungan imam Masjidil Haram Syeikh Khalid al-Ghamdi ke Pakistan, Hamid Raza mengatakan, “Kami menyambut baik apabila kunjungan ini semata-mata untuk tujuan keagamaan dan dengan yang niat baik, tapi patut diingat bahwa kunjungan Syeikh Saudi ini ke Pakistan terjadi bersamaan dengan serangan Saudi ke Yaman dan permintaan Saudi supaya Pakistan bergabung dalam perang ini.”

Menurutnya, Saudi sengaja melakukan propaganda keagamaan secara tendensius dan bertujuan mempengaruhi berbagai aliran pemikiran yang ada di Pakistan.

“Tindakan demikian dapat dikategorikan sebagai campurtangan langsung dalam urusan internal Pakistan,” ungkapnya. (ms)

Sumber: Liputan Islam

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: