Internasional

Sidang Kelima, Pengakuan Sopir Truk Bom Masjid di Kuwait

Salafynews.com, KUWAIT – Sidang pengadilan pidana terjadinya bom bunuh diri yang menargetkan masjid penuh dengan jamaah yang sedang melaksanakan sholat di masjid milik muslim syi’ah di kuwait, kembali digelar untuk yang kelima kalinya hari Minggu (16/8)) kemarin. (Baca Bom Masjid Kuwait bukti Adu Domba Yang Gagal)

Bom-Bunuh-Diri-di-Masjid-edit

Bom Bunuh diri Masjid di Kuwait saat Shalat Jum’at

Pengadilan memutuskan dalam sidang sebelumnya di hari Kamis, untuk menggelar tuntutan secara langsung dengan disaksikan oleh beberapa petugas kepolisian, dan membuka proses pengadilan untuk umum. (Baca Breaking News: Kronologi Bom Bunuh Diri Di Masjid Syiah Kuwait)

Pengadilan telah menugaskan sejumlah pengacara dari Asosiasi Pengacara Kuwait, bersama dengan beberapa konselor lain, untuk membela para tersangka. Tak satu pun dari pengacara tersebut  yang diizinkan meminta pengunduran diri dari misi tersebut, dan jika mereka tetap menginginkannya, mereka  harus menunjukkan alasan kuat untuk itu. Pengadilan, pada sesi sebelumnya, memerintahkan pembebasan tanpa jaminan terhadap 11 orang  dari 29 orang yang dituduh terlibat dalam kasus pidana, namun semua terdakwa dilarang untuk melakukan perjalanan. (Baca Wahabi, ISIS, Gerakan Radikal Mengebom Masjid Ketika Muslimin Shalat Jum’at)

Pada sidang sebelumnya, Abdurrahman Sabah Al-Eidan telah mengakui bahwa ialah yang mengemudikan kendaraan yang membawa pelaku bom bunuh diri, Fahad Suleiman Al-Qabaa. Eidan juga mengakui bahwa mobil yang ia kendarai adalah milik tersangka ketujuh, Jarrah Nimer. Pengadilan telah menggelar sesi sidang pertamanya pada 4 Agustus lalu. Para tersangka yang akan menjalani sidang meliputi tujuh warga Kuwait, lima warga Saudi, tiga Pakistan dan 13 lainnya adalah penduduk ilegal yang tinggal di negara tersebut. (Baca Shalat Jum’at Sunnah-Syiah Galang Persatuan Pasca Bom Kuwait)

Pada tanggal 26 Juni, sebuah serangan bom bunuh diri telah terjadi di masjid muslim Syi’ah di Kuwait dan menyebabkan tewasnya 27 orang serta menyebabkan 200 orang lainnya mengalami luka-luka  saat sedang melaksanakan ibadah sholat Jum’at.

Teroris ISIS (Salafi-Wahabi) mengklaim bertanggung jawab terhadap serangan militan terburuk yang pernah dialami negara tersebut pada hari Jum’at kemarin. Serangan di masjid Muslim Syi’ah tersebut adalah salah satu serangan diantara trio serangan yang terjadi di bulan Ramadhan oleh kelompok ekstremis Wahabi-Salafi. (SFA/LM/KUNA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: