Eropa

Situasi Politik di Turki Kian Memanas Setelah Serangan Bom

Salafynews.com – Setidaknya dua orang tewas dan lebih dari 100 lainnya terluka dalam dua ledakan saat demontrasi pro-Kurdi berlangsung di provinsi Diyarbakır, Turki.

Dua Ledakan terjadi dengan selisih 5 menit selama aksi protes yang diselenggarakan oleh Partai Rakyat Demokratik (HDP) pada hari Jumat, dua hari sebelum pemilihan parlemen di negara itu.

Laporan awal mengatakan ledakan berasal dari travo listrik, namun Menteri Energi Turki Taner Yildiz membantah klaim tersebut.

“Ada intervensi eksternal ke unit distribusi daya listrik,” kata Yıldız, ia juga menambahkan, “inspeksi kami menunjukkan bahwa sumber ledakan itu bukan berasal dari travo listrik. Pintunya rusak karena tekanan dari luar ke dalam dan tidak dan sebaliknya. ”

Setelah ledakan, polisi bentrok dengan para demontrans. Pihak keamanan menggunakan water canon untuk membubarkan massa.

Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu berjanji untuk menyelidiki penyebab ledakan saat demontrasi berlangsung.

“Kami akan lakukan investigasi lebih lanjut, apakah ledakan itu disebabkan travo listrik atau ada upaya provokasi dan agenda di luar?, kami akan mengumumkan secepatnya,” katanya setelah insiden.

Ledakan menandai serangkaian serangan terbaru terhadap Partai Rakyat Demokratik (HDP). Sebelumnya, orang-orang bersenjata menyerang sebuah kendaraan kampanye milik HDP di provinsi Bingol, yang mayoritas penduduknya adalah Kurdi. Satu orang tewas dalam serangan itu.66012abb-ee0d-4ff8-bb2f-24f97a37cacb

Serangkaian serangan ke HDP semakin memicu ketegangan dan suhu politik semakin memanas menjelang pemilu yang akan digelar pada hari Minggu.

Partai Pembangunan dan Keadilan yang tengah berkuasa berharap bisa mendapatkan suara mayoritas guna melakukan perubahan konstitusional yang bakal memperbesar pengaruh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Aspirasi Erdogan ini bisa saja terhambat, karena HDP telah bersumpah untuk memblokir pergerakan jika menang lebih dari 10 persen dari total suara yang diperlukan untuk mengambil kursi di parlemen. [SFA] 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: