Warta Nahdhiyin

Situs Radikal di blokir Partai Islam Tak Mendukung

Salafynews.com

Jakarta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Saud Usman Nasution menyatakan kecewa atas sikap partai-partai Islam saat BNPT diundang dalam sebuah rapat anggota dewan di Gedung DPR pada Rabu (8/4) lalu. Mereka tidak bersuara perihal pemblokiran situs-situs Islam yang memuat hasutan dan provokasi.

DUNIA-DAMAI

Ada beberapa kritria yang dianggap radikal oleh pemerintah, pertama mengajak masyarakat untuk jihad ke Syria dan negara-negara lain secara radikal. Kedua, adanya pengkafiran terhadap orang-orang yang tak sepaham. Dan ketiga, mengadu domba sesama muslim atau non muslim dan menimbulkan SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan). Inilah pedoman pemerintah selama ini dalam memblokir atau mengawasi situs-situs yang terindikasi radikal.

“Setelah rapat ditutup, mereka dalam obrolan santai baru menyatakan dukungan untuk BNPT. Saya bilang, ‘Kenapa tidak disampaikan saat rapat berlangsung pak?’” kata Komjen Saud menceritakan kelakuan anggota fraksi sejumlah partai-partai Islam di Gedung PBNU, Jumat (10/4) siang.

Perihal pemblokiran situs ini, partai-partai berasas nasionalis dan kebangsaan lainnya juga bersikap dingin. Mereka tidak menunjukkan sikap tertentu.

Saud menaruh curiga mereka yang dari partai Islam itu khawatir kehilangan konstituen. Saud lalu menyebut sejumlah partai yang mengibarkan bendera Islam untuk menarik suara dari kalangan umat Islam. Sementara anggota dewan dari partai nasionalis dan kebangsaan lainnya mencari aman.

“Saya ingat hanya dua anggota dewan dari fraksi PKB komisi III menyatakan dukungan terbuka. ‘Maju terus pak, PKB di belakang BNPT’, kata mereka,” ujar Saud saat diskusi bertajuk ‘Media Islam, Demokrasi, dan Gerakan Terorisme: Respon NU Terhadap Situs Radikal’ bersama PBNU,NU Online, dan Radio NU. (SS/Nu.or.id)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: