Eropa

Skandal Penyadapan Pemimpin Perancis Oleh AS Akan “Dibungkam”

Salafynews.com, MOSKOW – Surat kabar TASS menyatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin  menyetujui tanggapan Menlu Rusia, Sergey Lavrov bahwa skandal penyadapan pemimpin Prancis oleh Amerika akan dibungkam oleh kedua pihak dan akan segera dilupakan.

VLADIMIR PUTIN

Sebelumnya, pada hari Kamis,(25/6), Menteri Luar Negeri Rusia itu  menginformasikan kepada para anggota konferensi di Dewan Keamanan Rusia terkait rapat empat menteri luar negeri anggota format Normandy di Paris, yang perhatiannya tertuju pada skandal tersebut.

“Bagaimana skandal ini akan berakhir?” tanya Putin pada Lavrov.

“Sejujurnya, saya pikir Jerman akan menjadi contoh untuk kasus semacam ini. Kedua pihak akan mencoba untuk membungkam dan melupakannya sesegera mungkin,” jawab Lavrov.

Putin lalu menyampaikan bahwa ia sepakat dengan pendapat tersebut.

Sebelumnya, pada Selasa (23/6) tersiar kabar bahwa AS diketahui melakukan penyadapan terhadap presiden Prancis. Hal tersebut dilaporkan oleh beberapa media berdasarkan investigasi mendalam dan informasi dari Wikileaks.

Dalam laporan yang dirilis oleh WikiLeaks, AS melalui NSA setidaknya sudah menyadap telepon dan surat elektronik tiga Presiden Prancis. Ketiga Presiden Prancis itu antara lain, Jacques Chirac (1995-2007), kemudian penggantinya  Nicolas Sarkozy (2007-2012) dan penerusnya, Francois Hollande (2012-sekarang).

WikiLeaks dalam keterangan tertulisnya mengatakan, dokumen rahasia tentang aksi spionase NSA itu berupa lalu lintas komunikasi ketiga Presiden Prancis itu, termasuk komunikasi dengan para menteri serta Duta Besar Prancis untuk AS. [TASS/SFA] 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: