Internasional

Strategi Baru ‘Tipu Ala Beruang’ Teroris ISIS Kelabui Keamanan dan Interpol

10 Januari 2016,

SALAFYNEWS.COM, TIMUR TENGAH – Media Addiyar (09/01) memberitakan tentang strategi organisasi teroris ISIS menerapkan sebuah strategi baru untuk bisa menyelundupkan para jihadisnya, untuk mengirimkan mereka dari satu negara ke Negara lain, mereka dengan mudah lolos dari pemeriksaan keamanan intensif, meski hampir semua negara di dunia mengatakan melakukan pengawasan ketat serta meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari terjadinya penyusupan para teroris tersebut.

Strategi itu dikenal dengan strategi “menipu beruang”, dimana mereka menggunakan metode yang biasa digunakan oleh manusia dan beberapa jenis hewan untuk dapat lolos dan melarikan diri dari serangan beruang buas, melalui berpura-pura mati dan diam tanpa gerakan, beruang akan menjauh dari mangsanya karena ia mengiranya sudah mati. (Baca: Para Pemimpin ISIS Lari Tunggang-Langgang dari Ramadi Irak)

Organisasi teroris ISIS juga menggunakan strategi yang sama guna mempermudah pengiriman dan penyusupan para anggota jihadisnya ke Irak, Suriah, Yaman, Libya, mereka menerobos dinding keamanan dengan sangat mudah, cara pertama adalah dengan menyebarkan berita palsu kepada media berita, melalui tim media elektronik tentang kematian atau terbunuhnya seorang jihadis yang akan dikirim atau diselundupkan dari satu negara ke negara yang lain, dimana tim itu bertugas mempublikasikan berita palsu kematiannya melalui beberapa situs jejaring sosial “Facebook” dan “Twitter” hingga akhirnya secara umum berita itu diangkat oleh media Arab dan internasional, serta diterbitkan oleh media berita lokal milik mereka. (Baca: Al-Baghdadi Antara Hidup dan Mati ; VIDEO)

Teroris Asal mesir yang Dikabarkan TewasTujuan dari organisasi teroris itu dalam menyebarkan berita palsu itu agar muncul keterangan resmi dari badan keamanan negara yang menyebutkan kematian beberapa jihadis, dan itu akan membuat mereka menjadi seperti hantu, karena mereka sudah tidak lagi tercantum dalam daftar pencarian orang internasional dan tidak lagi termuat dalam daftar larangan melakukan perjalanan, semua data mereka telah dihapus dari bandara dan di beberapa wilayah perbatasan, dengan demikian organisasi teroris itu lebih mudah untuk membuat ID palsu, membuat mereka sebagai orang-orang baru dengan kewarganegaraan yang juga baru, badan keamanan Arab atau bahkan badan keamanan internasioanal tidak lagi dapat mengetahui tentang itu, dan dengan demikian proses penyelundupan mereka antar negara menjadi sangat mudah dan tidak memerlukan biaya lebih.

Hal semacam ini benar-benar terjadi di Libya, terbukti tanpa sebelumnya ada peringatan akan kehadiran para jihadis di Libya, ternyata jumlah mereka sudah mencapai hampir 10 ribu jihadis asing yang telah sampai ke Libya, mereka bergabung dengan organisasi teroris ISIS yang dikomandani oleh Abu Bakar al-Baghdadi. (Baca: ISIS Jauh Lebih Berbahaya dari Al-Qaeda)

Teroris ISIS Asal MesirDi antara contoh yang paling menonjol dari strategi ini, adalah perwira jihadis asal Mesir Ahmed Al-Dauri Al-Mesri, media berita Mesir dan Arab ramai menyebutkan bahwa ia telah terbunuh pada tahun 2014 dalam serangan bom bunuh diri di Irak, namun baru saja pusat keamanan Libya mengkonfirmasi kematiannya pada awal Januari tahun ini, saat berlangsungnya operasi militer di depan gerbang pelabuhan Sidra Libya, bukan hanya itu, nama jihadis lainnya yang kasusnya sama adalah juru bicara resmi ISIS Abu Mohammad al-Adnani dan juga Abu Muslim Turkmen deputi pertama pemimpin ISIS yang telah mondar-mandir di beberapa daerah yang berada dibawah kendalai organisasi teroris tersebut, dimana mereka mengambil keuntungan dari adanya rumor tentang kematian mereka. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: