Nasional

Suara Rakyat: Di Mataram Jokowi Bayari 42 Pemasangan Baru Listrik Warga

Sabtu, 11 Juni 2016,

SALAFYNEWS.COM, MATARAM – Hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan proyek pembangunan Mobil Power Plant (MPP) Jeranjang 2×25 Mega Watt dI Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam kesempatan itu, Jokowi menyempatkan berdialog dengan warga soal listrik.

Acara peresmian MPP Jeranjang 2×25 MW ini dihadiri oleh ratusan warga sebagai undangan. Saat memberikan sambutan, Jokowi menanyakan kepada warga, siapa yang rumahnya belum tersambung listrik.

Satu persatu warga mengangkat tangannya. “Ya, silakan maju, naik ke panggung,” kata Jokowi di lokasi peresmian, Desa Kebunayu, Kecamatan Mataram, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Sabtu (11/6/2016).

Ternyata, jumlah warga yang maju terus bertambah. Jokowi bahkan sempat mengingatkan bahwa panggung tempatnya berdiri tidak terlalu kuat menahan beban orang yang banyak.

Namun, Jokowi masih penasaran dan terus meminta warga yang rumahnya belum terpasangi listrik untuk maju.

“Waduh, banyak betul ini yang belum. Ini saya cek nanti yang belum ada listriknya,” kata Jokowi.

“Sini yang belum ada listrik maju,” tambahnya.

Ada sekitar 42 warga yang maju dan berkerumun di hadapan Jokowi. Salah seorang kemudian diminta untuk bercerita.

“Benar belum ada listrik di rumah? Terus kalau malam pakai apa?” tanya Jokowi.

“Pakai listrik Pak, tapi ngalir dari tetangga?” kata salah seorang warga, Mur.

“Apa itu ngalir?” tanya Jokowi.

“Ngalir Pak, pakai listrik tetangga, numpang,” jawab Mur.

“Oh, begitu. Bisa ngalir tetangga ya. Terus kalau ngalir dari tetangga sebulan bayar berapa?” tanya Jokowi lagi.

“Rp 15 ribu Pak,” jawab Mur.

Jokowi kemudian semakin penasaran. Dia ingin tahu apakah dari 42 orang itu di rumahnya benar-benar tidak ada aliran listrik. Namun semua menjawab mereka ‘ngalir’ listrik dari tetangganya.

“Lalu, kenapa enggak pasang sendiri?” tanya Jokowi.

“Enggak ada uang Pak. Nunggu Bapak,” kata salah seorang warga.

“Kenapa tunggu saya” jawab Jokowi tersenyum.

Jokowi pun kemudian bertanya ke warga itu. Apakah mampu untuk bayar tagihan bulanannya jika meteran listriknya dipasang.

“Bisa diusahakan Pak. Kalau pulsanya bisa kami usahakan. Tapi kalau pasang baru kami tidak ada uang Pak,” jawab warga.

“Benar ya? Dikumpulkan nanti ya, dicatat nama-namanya,” kata Jokowi yang kemudian mengarahkan warga untuk menuju ke samping panggung agar namanya didata untuk dipasangi listrik.

Jokowi kemudian bertanya perihal siapa yang akan menanggung biaya pemasangan listrik ke-42 warga itu. Pertanyaan itu dilontarkan Jokowi langsung di hadapan Dirut PT PLN Sofyan Basyir.

“Yang bayar siapa? Saya apa Pak Dirut? tanya Jokowi. Sofyan Basyir lalu menganggukkan kepalanya menandakan pihaknya yang akan menanggung.

“Benar? Kuat? Kalau enggak kuat saya yang bayar juga masih kuat,” kata Jokowi disambut tepuk tangan warga.

“Ini tadi spontan. Saya mau ngecek sebetulnya yang belum pasang listrik banyak enggak sih? Ternyata banyak. Artinya apa? Listrik ini memang dibutuhkan oleh rakyat, dibutuhkan oleh masyarakat. Baik untuk usaha kecil dibutuhkan listrik. Kalau dalam rumah tangga enggak ada listrik enggak akan berkembang. Belum lagi berkaitan dengan anak. Kalau enggak ada listrik enggak bisa belajar. Problem konkret seperti ini yang harus kita hadapi dan selesaikan bersama,” jelas Jokowi. (SFA)

Sumber: Detik

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: