Headline News

Surat “Galak” Netizen Kepada Anggota Komnas HAM Asal Papua Tentang Jokowi

Rabu, 19 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, SURABAYA – Kedatangan Jokowi ke Papua mendapat respon yang negatif dari salah satu anggota Komnas HAM asal Papua, Natalius Sigai, dia menganggap kedatangan Jokowi kesana tidak ada manfaatnya, komentar itu langsung saja mendapat respon dari salah satu kritikus muda “Yusuf Muhammad” yang menulis di beranda Facebooknya dengan judul ” Surat Terbuka untuk Natalius Pigai”, berikut tulisannya:

Apa kabar saudara Natalius Sigai?

Semoga Anda dalam keadaan sehat walafiat.

Meskipun saya bukan warga asli Papua, namun surat ini sengaja saya tulis karena rasa peduli dan kecintaan saya kepada rakyat Papua yang juga bagian dari NKRI. (Baca: Yusuf Muhammad: Di Era Jokowi Papua Tak Lagi Sengsara)

Mungkin saat ini Anda lagi asik duduk dikursi empuk dengan ruangan ber-AC sambil menikmati camilan untuk mengganjal isi perut besar Anda. Jujur aja saya sangat geli mendengar statement Anda yang mengatakan bahwa kunjungan Presiden Jokowi ke Papua, pada 17/10/16 lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Anda yang dilahirkan di Paniai, Papua, 28 Juni 1975 dan kini berhasil menduduki posisi yang nyaman sebagai Komisioner Komnas HAM, mungkinkah sudah mulai kehilangan jati diri dan kewarasan? Saya berharap Anda masih waras dan sehat dalam berfikir.

Anda mungkin belum tahu kalau Presiden Jokowi sebelumnya pernah menyatakan bahwa beliau akan sering mengunjungi Papua. Tidak hanya Papua, namun juga daerah dan provinsi lainnya, seperti Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur. Hal itu dilakukan karena Presiden ingin memastikan dan mengontrol langsung pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut dapat berjalan dengan baik. (Baca: Surat Terbuka Yusuf Muhammad Kepada “Badut Politik” Amien Rais)

Kunjungan ke beberapa provinsi juga menjadi bukti, bahwa Presiden Jokowi tidak ingin Indonesia hanya mengarah ke “Jawa-sentris” saja namun sudah harus berubah ke arah “Indonesia-sentris.” Hal itu pun sudah dibuktikan dengan pembangunan yang masif di Papua dan diberbagai daerah terpencil lainya.

Presiden Jokowi setidaknya sejak dua tahun menjabat telah empat kali berkunjung ke Papua dan Papua Barat, yang pertama pada 27-29 Desember 2014, kedua pada 8-11 Mei 2015, ketiga pada 29 Desember 2015 – 1, Januari 2016, dan selanjutnya pada 17/10/16.

Jika Anda ingin menolak keras kedatangan Presiden Jokowi untuk tiga tahun mendatang ke Papua, menurut saya itu justru itu sikap paling bodoh dan tak berdasar! Ingat tanpa kehadiran yang intens maka akan sulit mengerti secara langsung permasalahan yang ada, dan sudah sewajarnya juga sebagai Presiden RI beliau ingin menyapa rakyatnya langsung serta ingin mengetahui permasalahan yang dialami Rakyatnya di Papua.

Dari berbagai masalah di Papua, inti dari permasalahan itu sebenarnya terletak pada soal keadilan yang selama ini belum serius dihadirkan oleh Negara. Dan Presiden Jokowi telah hadir demi mewujudkan keadilan tersebut di tanah Papua.

Jika kedatangan Jokowi di Papua Anda katakan tak berguna, lantas apakah Anda tidak melihat saat Presiden berhasil membuka akses jalan di zona merah di wilayah Desa Kenyam, Kab. Nduga, Provinsi Papua? Catat! Selama Indonesia Merdeka baru Jokowi yang mau hadir menyapa Rakyat di zona merah tersebut.

Apakah Anda juga buta ketika Presiden sedang serius membangun proyek kelistrikan di Papua? Apakah Anda buta ketika Presiden Jokowi telah berhasil merevitalisasi dan menyelesaikan pembangunan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) di kota Sorong, Papua Barat? Apakah Anda buta ketika sebelumnya harga BBM di Papua Rp 60.000 – Rp 100.000 namun kini dibuat sama seharga Rp 6.450 oleh Presiden Jokowi? Apakah Anda buta ketika sudah ratusan kelompok sparatis/OPM mulai mendeklarasikan bergabung bersama NKRI diera Jokowi? (Baca: Ganggu Papua, Nara Diplomat Muda Indonesia “Hajar” 2 Presiden dan 4 PM di PBB : Video)

Jika Gubernur Papua Lukas Enembe yang tinggal di Papua saja mengapresiasi atas perhatian besar Presiden Jokowi kepada Papua, lantas mengapa Anda yang di Jakarta hanya sibuk mencela? Sepertinya mulut Anda sudah “out side” alias keluar dari garis haluan. Tidak smestinya Anda melarang Presiden datang ke Papua dan menutup mata atas apa yang telah dilakukan Presiden untuk rakyat Papua. Ingat Presiden Jokowi baru dua tahun membenahi negara ini.

Saya masih ingat betul ketika diera SBY Anda pernah menuding pasukan TNI hanya tidur dan nongkrong doang saat bertugas untuk pengamanan di Papua. Hal itu anda ucapkan ketika TNI dan rakyat Indonesia sedang berduka karena gugurnya 8 pasukan TNI yang tertembak oleh pasukan sparatis saat bertugas di Papua. Panglima TNI saat itu pun mengecam keras pernyataan Anda meskipun akhirnya Anda meminta maaf secara terbuka. (Baca: Presiden Jokowi Payungi Gubernur Papua Saat Tinjau Gardu Induk)

Saya jadi heran, TNI Anda salahkan, SBY Anda salahkan, dan Jokowi juga Anda salahkan. Emangnya Anda ini manusia apa Tuhan? Semua seakan gak ada baiknya dan benernya dimata Anda.

Seharusnya Anda bekerja di lembaga Komnas HAM bukan hanya pintar mencela dan mengkritik saja, namun juga bisa berbesar hati mengapresiasi hal-hal baik yang telah dicapai oleh Presiden Jokowi dan juga TNI.

Ingat! Jangan sampai Rakyat Papua marah dan menendang Anda karena ‘mulut besar’ yang menentang keras kedatangan Presiden di tanah Papua. Rakyat Papua berhak dikunjungi oleh Presiden Jokowi karena mereka bagian dari NKRI. (SFA)

Sumber: Akun Facebook Yusuf Muhammad

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: