Nasional

Surat Imaginer Rodrigo Duterte Kepada Denny Siregar Tentang Jokowi

Senin, 08 Agustus 2016,

SALAFYNEWS.COM, JAKARTA – Sosok Rodrigo Duterte memang menjadi momok yang menakutkan bagi para Bandar Narkoba di Filipina, dan dia menjadi sasaran ancaman bagi para Bandar. Salah satu tokoh Media Sosial Denny Siregar menulis sebuah surat imaginer Rodrigo Duterte kepada Denny Siregar tentang Jokowi dan kepada para pembenci pemerintah, berikut tulisannya:

SUSAHNYA JADI PEMIMPIN DI NEGERI INI

Tiba-tiba dapat surat dari Presiden Filipina habis buat status “Hukum Duterte”. Saya bacakan:

“Kepada yang terhormat dek Denny, terima-kasih karena sudah mengangkat apa yang saya lakukan untuk Filipina. Tapi perlu adek ingat, apa yang saya lakukan tentu dengan restu rakyat yang resah dengan begitu besarnya jaringan narkoba di negara kami. Saya pun belum tentu bisa menjadi Presiden di negara adek seperti Jokowi.

Lagian kalian itu rada aneh.

Ketika ada sosok yang revolusioner dari negara lain, kalian puji dan sanjung-sanjung dia. Malah kalian berharap dan bermimpi,”Seandainya negeri kami ada pemimpin yang pemberani, bersih, sederhana dan semua yang dilakukannya untuk negara, pasti akan maju negeri ini”. (Baca: Rodrigo Duterte ‘The Punisher’ Sang Pemburu Bandar Narkoba)

Tapi ketika Tuhan kirim yang kalian inginkan, kalian malah menghujatnya, memfitnahnya sebagai PKI, merendahkan fisiknya juga bundanya dan meragukan pengabdiannya untuk negeri. Kalian ini sebenarnya maunya apa?

Kalian menagih janjinya, “Katanya kita ada uang, mana uangnya?” Dan Presiden kalian mencanangkan Tax Amnesty untuk mengembalikan uang yang ada di luar negeri, kalian malah mencercanya mengatakan, “Kalau koruptor aja dikasi karpet merah”. Trus kalian ini inginnya bagaimana?

Presidenmu menembak mati bandar narkoba besar, kalian malah membedaki bandarnya dengan kosmetik agama, di kasi janggut-janggutan, di hitamkan jidatnya dan di propagandakan 10 kali khatam Alquran. Bukannya memuji ketegasan Presidenmu, kalian malah mengangkat bandar narkoba sebagai syuhada. Kalian ini otaknya kemana?

Kalian punya pemimpin daerah yang tegas, yang melawan maling anggaran dan menyelamatkan triliunan kas daerah, bukannya berterima-kasih dan men-supportnya, malah sibuk teriak-teriak, “Dia Kafir Cina!”. Kalian ini sperma model apa? (Baca: Singapura Jegal Tax Amnesty Program Jokowi)

Bagaimana bisa bertindak, kalian sibuk berwacana, rapat, kemudian membentuk pansus, rapat, pansus lagi dan akhirnya malah jalan ke luar-negeri pake minta di fasilitasi. Akhirnya masa jabatan habis tanpa ada solusi, sibuk pilihan lagi. Kalian ini warna celana dalamnya apa?

Pengennya Presidennya yang bersih dan sederhana, tapi ketika anaknya jualan martabak kalian cela dan bilang tidak pantas anak Presiden begitu. Kalian ini

Kambing dibedakin atau apa?

Saya ngeri dengan kalian.

Kebayang saya nembakin bandar narkoba di jalan-jalan dan kalian mem-fotonya kemudian sebarkan di media sosial dengan judul, “AllahuAkbar.. Presiden haus darah, mayat muslim bergelimpangan dengan penuh siksaan. Presiden adalah dajjal yang muncul di akhir zaman. Ketik amin, like dan bagikan !”. Dan kalian share dengan kecepatan cahaya. (Baca: Jokowi Presiden ‘Apa Adanya’)

Kebayang ketika saya hantam daerah penuh bandar narkoba, dan kalian balas dengan bakar-bakar vihara, sambil teriak, “Trus bagaimana dengan kasus Ambon, Poso dan Tolikara?” Lha, hubungannya apa??

Ngeri jadi pemimpin di negeri kalian, mendingan saya berhadapan dengan bandar narkoba… Karena kecanduan narkoba lebih memungkinkan untuk dihajar daripada kecanduan agama.

Tahu masalah besar kalian?

Kalian kurang bersyukur atas apa yang diturunkan kepada kalian. Kalian sulit berterima-kasih kepada Tuhan yang sudah mendengar doa-doa kalian dan mengirimkan perantara-perantara untuk membenahi negeri kalian.

Kalian sibuk membenci, sibuk mengkotakkan diri, sibuk berbangga dengan komunitas kalian sendiri, ribut dengan statistik mayoritas minoritas, ribut dengan kosmetik pribumi dan non pribumi. Kapan kalian majunya?

Ibaratnya, kalian pengen segera menikah tapi malah sibuk menikmati onani. Trus kapan dapat jodohnya?

Jadi, dek Denny… perbanyaklah minum kopi. Mungkin itu yang lebih kalian butuhkan daripada membanggakan pemimpin buatan luar. Hargai putra terbaik negeri sendiri. Cintailah ploduk ploduk Indonesiah, pesan eyang Alim Malkus dan Titik Puspa. (Baca: Kasus Tanjung Balai, Media Radikal Serang Jokowi Dengan Isu Anti Islam dan Pro Etnis Cina)

Saya pamit dulu dan salam untuk pemimpin-pemimpin bagus di negerimu yang jauh lebih banyak dari yang kami miliki. Salam seruput. Rodrigo Duterte, Presiden Filipina. (SFA)

Sumber: DennySiregar.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: