Amerika

Survei Calon Presiden AS Tidak Penting, Karena AS Tidak Diciptakan Untuk Demokrasi

e5cb7906-3982-4b3d-a363-187387827b4a

Minggu, 23 Oktober 2016

SALAFYNEWS.COM, WASHINGTON – Jajak pendapat yang dilakukan menjelang pemilihan presiden AS 2016 “tidak penting,” karena “kecurangan pemilu” selalu bisa mengubah hasil suara yang mendukung pihak lain, kata seorang analis. (Baca: Donald Trump Minta Hillary Kembalikan Uang Jutaan Dolar yang Diterima dari Saudi)

Stephen Lendman, penulis dan penyiar radio yang berbasis di Chicago, membuat komentar dalam sebuah wawancara telepon dengan Press TV pada hari Minggu.

Menurut survei Rasmussen yang dirilis pada hari Jumat, dua hari setelah debat presiden yang berapi-api, calon presiden dari Partai Republik Donald Trump memimpin lawannya, Hillary Clinton, dengan perolehan 43 persen suara.

Menurut Lendman, memenangkan suara populer dan kehilangan suara Electoral College dan konsekwensinya kehilangan presiden, itu bukan fenomena yang belum pernah terjadi sebelumnya. (Baca: Donald Trump dan Hillary Clinton, Fase Suram Kepemimpinan di AS)

“Itu mungkin dan itu telah terjadi dalam sejarah AS,” katanya. “Sejarah kecurangan pemilu AS telah lama terjadi”.

Dia mencatat bahwa sejumlah besar pemilu AS di tingkat federal, negara bagian dan lokal telah dicurangi sejak 1824.

“Selain itu, Amerika adalah negara satu partai; pemerintah duopoly dengan dua sayap kanan, dan dalam kebanyakan kasus, perbedaan antara Partai Republik dan Demokrat terlalu diabaikan.

Lendman menyimpulkan “gagasan bahwa Amerika adalah negara demokrasi terlepas dari apa yang dikatakan Clinton dan Trump .. adalah fantasi murni. AS tidak pernah diciptakan untuk berdemokrasi dari awal”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: