Internasional

Syarat Pra Nikah ISIS Wajib Jadi Pelaku Bom Bunuh Diri

Salafynews.com – Sebuah surat perjanjian nikah anggota kelompok terroris ISIS yang berisi kesepakatan pembolehan mempelai wanita untuk menjadi pelaku bom bunuh diri sebagai salah satu syarat pernikahan, kini beredar luas.

Seorang peneliti kontraterorisme dari lembaga think tank Quilliam, Charlie Winter, seperti dilansir The Independent, Kamis (14/5), mengatakan bahwa  walau itu bukan berarti ISIS mengirimkan pasukan wanita untuk menjadi pelaku misi bom bunuh diri, namun sertifikat itu menjadi semacam legalisasi bagi sang mempelai wanita untuk menjadi pelaku bom bunuh diri.

Winter menyatakan, “Tak perduli dimanapun dan kapanpun surat perjanjian itu dibuat, yang jelas, kini surat itu beredar luas di kalangan kelompok itu sendiri sebagai sesuatu yang membangkitkan rasa penasaran dan dianggap keren”

Winter mengatakan, dokumen itu di tweet oleh seorang anggota wanita ISIS dengn tag line, “hanya dalam Khilafah” sebagai ciri yang menunjukkan betapa tak biasanya syarat pernikahan seperti itu, dan hanya ada dalam kelompoknya.

Dukomen itu menyatakan bahwa sang wanita boleh melaksanakan “operasi kesyahidan” dan harus disetujui Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin ISIS.

Dokumen yang di dalamnya menyatakan bahwa para suami tak diperbolehkan menghentikan istrinya dari misi tersebut, ditandatangani oleh kedua belah pihak.

Meskipun tak dibuat baru-baru ini, namun dokumen tersebut,  pertama kali diperlihatkan oleh Elijah Magnier, Ketua Koresponden Internasional, Rai Media, yang menyatakan bahwa meski dibuat oleh anggota kelompok ISIS, namun sertifikat tersebut bukanlah sertifikat resmi kelompok, yang berarti mengharuskan semua mempelai wanita  menjadi mempelai jihad.

“Intinya, ia mengatakan bahwa wanita tersebut ingin menjadi pelaku bom bunuh diri dan menjadikan hal itu sebagai syarat pernikahannya.

Wanita ISIS“Wanita ini masih sangat muda dan bersemangat,” tambahnya. “Permintaannya untuk menjadi “syahid” mungkin telah ditanamkan di otaknya jauh sebelum ia ditawari untuk menikah. Jadi, ia tetap memelihara keinginannya  menjadi syahid dan menetapkannya sebagai syarat nikah.”

“Mungkin saja, ia akan merubah niatnya itu jika kelak ia hamil dan punya anak, tapi tetap saja ia bisa membanggakan diri di tengah-tengah kelompoknya, bahwa ia adalah calon syahid,” tambahnya.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Laporan PBB: 30 % Teroris Asing Adalah Kaum Wanita | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: