Internasional

Tentara Suriah Bebaskan Bagian Barat Kota Kuno Palmyra

Salafynews.com – Pasukan pemerintah Suriah telah membuat kemajuan militer sangat pesat dalam upaya untuk merebut kembali kota kuno Palmyra, dan membuka kembali rute utama pasokan minyak dan gas ke ibukota Damaskus.

Harian Al-Watan melaporkan pada hari Senin (22/6/15) bahwa tentara telah mengintensifkan operasinya terhadap kelompok Takfiri ISIS di Palmyra dan sekitarnya, memperoleh “kemajuan yang nyata” di wilayah barat Biyarat.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia juga menegaskan kemajuan pasukan pemerintah di daerah tersebut, mengatakan pasukan tentara dan pejuang pro-pemerintah bentrok dengan Takfiri ISIS di jalan yang menghubungkan kota Homs dan Palmyra.

Syrian-soldiers-in-23615-SFA

“Akhir pekan ini, rezim mengulingkan jihadis al-Biyarat IS (Islamic State) yang sekarang berada di sekitar 10 kilometer dari Palmyra,” direktur kelompok yang berbasis di Inggris, Rami Abdel Rahman, mengatakan.

Dia menambahkan bahwa situasi di lapangan menunjukkan bahwa pasukan pemerintah Suriah sedang mempersiapkan untuk membebaskan kota kuno.

Abdel Rahman mengatakan merebut kembali wilayah barat Biyarat oleh tentara memungkinkan pemerintah Suriah untuk “mengamankan jalur transportasi minyak dari ladang Jazal ke kota-kota Suriah lainnya.

Ladang Jazal, yang terletak sekitar 20 kilometer sebelah barat laut dari Palmyra, direbut kembali dari ISIS pekan lalu.

Syrian-army-soldiers-23615-SFA

Foto ini menunjukkan tentara tentara Suriah menjinakkan bahan peledak yang ditanam oleh militan ISIS, di timur laut Palmyra pada 17 Mei 2015. (AFP foto)

Palmyra-23615-SFA

Foto udara yang diambil pada 13 Januari 2009 menunjukkan sebuah situs kuno di Palmyra. (AFP foto)

Sementara itu, kelompok yang berbasis di Inggris mengatakan pada hari Minggu bahwa kelompok Takfiri menanam bahan peledak di lokasi reruntuhan Romawi di Palmyra. Diperkirakan bukan “untuk meledakkan reruntuhan tetapi untuk mencegah” pasukan Suriah maju ke kota.

Badan kebudayaan PBB UNESCO menyatakan bahwa pembongkaran situs warisan dunia akan menjadi “kerugian besar bagi kemanusiaan.”

Pasukan ISIS menduduki kota kuno Palmyra pada 21 Mei, yang menimbulkan kekhawatiran baru bahwa teroris akan menghancurkan kembali situs warisan dunia bersejarah dan artefaknya di sana, seperti yang mereka lakukan bulan lalu di kota Mosul, Irak. [alwatan/SFA]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: