Amerika

TERBONGKAR! Hubungan Mesra Qatar dengan Jabhat Al-Nusra

Jumat, 13 Mei 2016

SALAFYNEWS.COM, QATAR – Salah satu penulis ternama di Inggris, Robert Fisk, menegaskan bahwa hubungan yang terjalin antara chiefdom dari Qatar dengan kelompok teroris Jabhah Al-Nusrah benar adanya dan terlihat begitu jelas, meski berbagai upaya telah dilakukan untuk merahasiakannya, kendati ototritas Al Thani berusaha menyangkal fakta hubungan.

Chief tv Aljazeera dari Qatar memiliki hubungan erat dengan kelompok teroris Jabhah Al-Nusrah melalui beberapa cabangnya di tempat yang berbeda. Segala hal yang menjadi concern Qatar akan mendapat perhatian lebih oleh jajaran pimpinan kelompok teroris tersebut.

Dalam sebuah artikel yang dirilis oleh surat kabar Inggris “The Independent”, Fisk mengatakan “Tidak ada keraguan tentang terjalinnya hubungan Qatar dengan Jabhah Al-Nusrah, yang belum lama ini membebaskan tiga wartawan Spanyol yang ditahan di Suriah”, Fisk melanjutkan, “Qatar News Agency kemudian bergegas menyampaikan bualannya terkait  peran pemerintah Qatar dalam pembebasan mereka”.

Fisk mencoba mengingatkan akan wawancara yang disiarkan oleh saluran TV Qatar “Al-Jazeera” saat mewawancarai salah satu pentolan kelompok teroris Jabhah Al-Nusrah yang biasa dikenal dengan sebutan “Abu Muhammad Joulani”, enam bulan yang lalu.

Pada bulan Juni lalu  media Qatar menayangkan aktifitas beberapa kelompok teroris bersenjata yang masih aktif di wilayah Suriah, dan membela mereka mati-matian, Pihak Kementerian Qatar menunjukkan akan munculnya seorang teroris yang biasa dikenal dengan sebutan “Abu Muhammad Joulani” di saluran media adalah bukti kuat akan adanya jalinan hubungan kerjasama kuat antara kelompok teroris tersebut dengan saluran Al-Jazeera serta dengan sejumlah pihak di Qatar dan pemilik dstasiun tv  tersebut yang berbicara atas nama keluarga penguasa Qatar.

Fisk menegaskan bahwa upaya untuk membangun opini bahwa kelompok teroris Jabhah Al-Nusrah sebagai “kekuatan moderat” yang terpisahdari   kelompok teroris Al-Qaeda tidak akan pernah berhasil.

Barat dan beberapa negara di kawasan bekerja keras untuk mengklasifikasikan kelompok teroris di Suriah -sesuai dengan kebijakan dan agenda mereka yang tersembunyi-. Namun fakta menyebutkan bahwa semua kelompok teroris yang berada di Suriah dengan segala macam-nya seperti ISIS dan Jabhah Al-Nusrah atau “oposisi moderat”, ternyata satu sama lain saling menjalin hubungan, dimana kejahatan dan aksi teror dari kelompok-kelompok tersebut terhadap penduduk sipil tidak ada yang berbeda.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada pekan lalu menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan dapat memaksa kelompok yang mereka sebut dengan “oposisi moderat” (dukungan Amerika)  di Suriah untuk melepaskan diri dan memisahkan diri dari kelompok teroris Jabhah Al-Nusrah. Ia mencatat bahwa mereka yang biasa dikenal dengan sebutan “oposisi moderat” ternyata menggunakan metode yang sama persis dengan metode yang digunakan para teroris di Aleppo, dimana mereka membom kawasan pemukiman penduduk sipil dengan rudal dan roket untuk membunuh dan mengintimidasi para penduduk setempat. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: