Internasional

Teroris ISIS dan Jabhat Al Nusra Tontonkan Kesadisan di Kamp Yarmouk

Sabtu, 23 April 2016

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Pemenggalan kepala, pemerkosaan, eksekusi dengan cara ditembak serta penyiksaan, kesemuanya itu adalah metode yang biasa digunakan oleh kelompok teroris ISIS dan Jabhat Al-Nusra selama konflik yang terjadi diantara keduanya karena berebut kontrol atas kamp pengungsi Yarmouk di Damaskus.

Duta Besar Anwar Abdul Hadi, direktur Departemen Politik organisasi pembebasan Palestina di Suriah melaporkan kepada kantor berita “Maan” bahwa bentrokan antara dua faksi garis keras ISIS dan Jabhat Al-Nusra masih terus berlanjut, keduanya berebut untuk dapat mengontrol kamp pengungsi Yarmouk. Ia mengungkapkan bahwa kelompok teroris ISIS mendominasi sebagian besar wilayah kamp hingga 70 persennya.

Bentrokan terjadi setiap hari dan situasi di sekitar kamp sangatlah sulit, sementara para penghuni kamp asal Palestina adalah satu-satunya yang harus membayar harga mahal, mereka tidak bisa keluar dari rumah mereka akibat intensitas tembak-menembak antara kedua faksi.

Ia mengatakan bahwa dulunya Jabhat Al-Nusra mengizinkan kelompok teroris ISIS memasuki kamp pengungsi Yarmouk, namun setelah beberapa hari lalu kelompok teroris ISIS berbalik dan melawan Jabhah Al-Nusrah, sehingga meletuslah bentrokan antara keduanya, dilansir dari ar.farsnews.com (21/04). (Baca: Assad: Aksi Pancung adalah Budaya Warisan Saudi)

Melalui bentrokan itu, ISIS berhasil memegang kontrol area yang cukup luas dari zona yang tadinya dikendalikan Jabhat Al-Nusra, sehingga yang tersisa bagi Al-Nusra hanya sebagian kecil darinya.

Duta besar itu menyampaikan kepada kantor berita “Maan” bahwa ISIS di wilayah kekuasaannya di sekitar kamp Yarmouk menggunakan metode yang sama yang biasa mereka digunakan di Suriah, seperti pemenggalan kepala dan pemerkosaan perempuan serta memaksa para penduduk untuk mematuhi  prinsip-prinsip garis keras. Disebutkan bahwa sekitar 5 orang Palestina termasuk dua anak kecil tewas dalam bentrokan dua pekan lalu.

Bahkan kelompok teroris itu mengubur sekitar 20 orang setelah memenggal kepala mereka sehingga identitas mereka tidak dapat dikenali, apakah mereka berasal dari Palestina atau bukan. (Baca: SADIS.. Teroris ISIS Eksekusi Anak Yatim Dengan Cara Tembak Kepala)

Ia menambahkan “kami meminta gencatan senjata agar dapat membawa keluar mereka yang sedang terluka dan sakit, sayangnya kelompok teroris itu menolak untuk melakukannya. Kami masih mampu mendatangkan beberapa makanan dan obat-obatan ke sejumlah daerah tertentu”.

Disebutkan pula bahwa ada sekitar tiga ribu militan bersenjata yang bergabung di jajaran ISIS berada diantara dua wilayah yang berdekatan Yarmouk dan Al-Hajr Al-Aswad.

Penyerangan Jabhat Al-Nusra oleh ISIS terjadi akibat kekalahan yang diderita oleh kelompok yang kedua itu di kota Palmyra dan di beberapa daerah lainnya, hal itu mendorong mereka untuk tetap dapat menjaga kehadiran mereka di Suriah.

Ditegaskan bahwa Organisasi pembebasan Palestina terus berusaha dengan segala upaya untuk mengamankan kehidupan warga Palestina yang berada di dalam kamp tersebut tanpa intervensi militer.

Terdapat di dalam kamp pengungsi Yarmouk sekitar 6 ribu warga Palestina yang mana sebelumnya berjumlah 160 ribu kini sebagian dari mereka meninggalkannya menuju ke kota-kota Suriah, sementara sebagian lagi menuju ke beberapa negara Arab dan Eropa. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: