Internasional

Teroris ISIS Tutupi Kejahatannya dengan Membunuh Banyak Wartawan

Jum’at, 06 Mei 2016,

SALAFYNEWS.COM, IRAK – Lembaga Observatorium Irak untuk kebebasan pers mengumumkan bahwa kelompok teroris ISIS telah membantai setidaknya 20 wartawan selama satu tahun, disebutkan pula bahwa banyak wartawan yang mengalami penyerangan dan pelarangan untuk meliput dan menghadapi tuntutan hukum dari sejumlah pejabat setempat. (Baca: Stres Hadapi Pasukan Rusia-Suriah, ISIS Lakukan Bom Bunuh Diri)

Kepala Observatorium, Hadi JLo Mari, mengatakan dalam sebuah pernyataan bertepatan dengan Hari Kebebasan Pers Dunia, pada hari Selasa (03/05), “Pada tahun kedua berturut-turut kelompok teroris ISIS mengeluarkan daftar para pelanggar kebebasan pers di Irak, kelompok teroris tersebut tidak ragu-ragu untuk menyakiti atau membunuh para wartawan serta menahan yang lainnya dengan sejumlah klaim palsu dan tidak akurat serta menghakimi yang lainnya di pengadilan secara pura-pura”. (Baca: Balas Dendam Para Mantan Budak Seks ISIS)

Pernyataan itu menyatakan bahwa jumlah wartawan yang tewas di tangan kelompok teroris ISIS dalam kondisi yang berbeda-beda dan telah mencapai 20 reporter dan fotografer saat meliput, selain dari para jurnalis yang diculik dan kemudian mayat mereka ditemukan di berbagai daerah di Irak, dimana jumlah wartawan dan fotografer serta asisten teknisi yang tewas sejak tahun 2003 hingga saat ini mencapai 435 wartawan. Hal ini merupakan salah satu cara kelompok teroris ISIS untuk menutupi kejahatannya agar tidak terekspose di dunia internasional. (Baca: Kesaksian Janda Teroris: ISIS Dihuni Orang-orang Munafik dan Maniak Seks)

Pernyataan itu juga menunjukkan bahwa tidaklah sedikit dari para wartawan yang telah mengalami serangan fisik dan dilarang meliput berita dan menghadapi tuntutan hukum dari para pejabat ISIS setempat, seperti dilansir oleh arabic.rt.com (05/05).

Keterangan yang dikutip dari kepala Wartawan Irak, Muayyid al-Lami, seperti dikutip, “banyaknya impunitas dalam isu-isu kejahatan terhadap wartawan dan penculikan serta pembunuhan terhadap koresponden dan fotografer di Mosul dan di tempat lainnya adalah hal yang sangat disayangkan, terutama karena PBB dan Dewan Keamanan PBB telah menyeru sejumlah pemerintah daerah untuk melakukan upaya lebih dalam konteks ini”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: