Eropa

Tersangka Pemenggalan  Perancis Mengaku Bersalah

Salafynews.com, PARIS – Hampir tidak mengucapkan sepatah katapun ketika ditangkap, tersangka  pemenggalan kepala bosnya di sebuah pabrik gas di Perancis, Yassin Salhi, akhirnya mengakui kejahatannya. Kini ia akan dipindahkan ke fasilitas kepolisian di Paris.

“Tersangka utama mengatakan kepada detektif investigasi bahwa ia telah membunuh Herve Cornara di area parkir sebelum sampai ke reaktor gas Saint Quentin- Fallavier di mana ia menyerang dan menyebabkan terjadinya ledakan,” ungkap sumber terkait investigasi sebagaimana dilansir Reuters.

“Salhi, 35th, kini akan segera dipindahkan ke Paris untuk di investigasi lebih lanjut,” demikian dilaporkan AFP. Penahanannya bisa sampai 96 jam sebelum tindakan lanjutan diambil.

Dikabarkan juga sebelumnya bahwa tersangka sempat berfoto selfie dengan berlatar kepala korbannya yang telah terpenggal, sebelum kemudian kepala itu ditemukan tergantung di sebuah pagar di dasar pabrik. Ditambahkan pula bahwa MMS foto itu kemudian dikirim ke nomor telepon Kanada yang hingga kini pemilik nomor telepon tersebut sedang berusaha ditemukan oleh pihak kepolisian Perancis dengan bantuan pihak Kanada. Pengirim juga dikabarkan pernah berada di Suriah, namun kini hal itu masih dalam tahap penyelidikan.

Istri Salhi, saudari dan empat orang lainnya juga ikut ditahan bersama tertangkapnya Salhi, namun beberapa orang terlihat telah dibebaskan kemudian. Sewaktu dicecar pertanyaaan, Salhi menyebut ia dan istrinya sempat beradu pendapat namun hingga kini istri dan saudari Salhi masih ditahan.

Herv Conara

Herv Conara

Salhi  juga menambahkan bahwa ia sempat juga bertengkar dengan bosnya. Salah satu teman kerjanya mengatakan kepada website  i-Tele bahwa mereka berdua beradu pendapat beberapa hari sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, saat itu Salhi menjatuhkan beberapa peralatan penting pabrik.

Kesaksian tersangka saat ini telah diverifikasi, namun otopsi belum bisa menentukan apakah itu konsisten dengan penyebab kematian ataukah tidak.

Perdana Menteri Perancis mengerahkan semua sumber daya kepolisian dan intellijen negara untuk melawan semua aksi Islam ekstremis ini.

”Kita tidak boleh kalah dalam perang ini, karena sejatinya ini adalah perang terhadap peradaban,” tegasnya dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh radio Eropa 1,”Ini adalah masyarakat kita, peradaban kita dan nilai-nilai kita haruslah dibela,” tambahnya.(SFA/LM/RT)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: