Eropa

Tiga Bersaudara Dipaksa Turun Pesawat Karena Tulisan Arab di Ponselnya

Kamis, 25 Agustus 2016,

SALAFYNEWS.COM, LONDON – Seorang Muslim laki-laki lebih cenderung menjadi korban Islamophobia di Barat daripada seorang wanita Muslim, yang jelas memakai jilbab, kata Ali Dharas yang baru-baru ini dipaksa turun dari pesawat di Inggris bersama dengan dua saudara perempuannya, di tengah ketegangan yang meningkat di Eropa setelah beberapa serangan teror.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Press TV pada hari Rabu, Ali Dharas menceritakan penderitaannya dari apa yang seharusnya menjadi perjalanan yang menyenangkan dengan saudara-saudara perempuannya ke kota Naples, Italia, melalui sebuah maskapai penerbangan besar di Inggris, hanya saja mereka menjadi korban tuduhan palsu oleh sesama penumpang yang konon menuduhnya sebagai ISIS. (Baca: Monarki Saudi-Wahabi Senjata Amerika Hancurkan Islam dari Dalam)

Pesawat Easy Jet

Ali berusia 21 tahun dan dua saudara perempuannya Maryam, 19, dan Sakina, 24, menaiki penerbangan easyJet pada hari Senin, ketika mereka didekati oleh anggota awak kabin dan diminta untuk mengikutinya dari pesawat tanpa penjelasan.

“Saya menyadari sebagai laki-laki Muslim, Anda dapat pergi dengan banyak hal. Tapi saudara saya yang memakai kerudung tidak memiliki hak ini,” kata Ali.

Menurut posting Facebook Sakina, tiga bersaudara kemudian ditangkap oleh “polisi yang menodongkan pistol ke kepala mereka” selama satu jam, setelah penumpang penerbangan easyJet mengklaim bahwa mereka adalah anggota dari kelompok teroris Takfiri. Polisi mengatakan klaim itu didasarkan pada seorang penumpang yang melihat “tulisan Arab di ponselnya”. (Baca: Sebut ISIS Sebagai Teroris, Si Kembar Asal Saudi Bantai Keluarganya)

Maryam dan Sakinah

Menurut Ali, “Tidak ada bahasa Arab di ponselnya.”

Sakina juga mengatakan kepada polisi bahwa, “itu bagian dari Al-Qur’an, kitab suci agama kita, bahkan jika kita memiliki itu, itu tidak akan berarti bahwa kita bagian dari ISIS (Daesh) sama sekali. Bahkan ponsel kami tidak menggunakan bahasa Arab sama sekali.”

EasyJet mengeluarkan permintaan maaf atas “ketidaknyamanan kepada penumpang,” tapi menyatakan bahwa “jika kekhawatiran keamanan dinaikkan, (mereka) akan selalu menyelidiki sebagai langkah pencegahan”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: