Internasional

Tiga Siswi Inggris Yang Hilang Terlihat Di Basis ISIS Di Suriah

Salafynews.com, DAMASKUS – Sebuah rekaman video menunjukkan bahwa tiga  pelajar Bethnal Green Academy di timur London, Inggris yang dikabarkan hilang dan dicurigai bergabung dengan ISIS terlihat di Basis ISIS di Raqqa, Suriah.

Rekaman Video itu menunjukkan tiga gadis pelajar, Shamima Begum, 15th, Kadiza Sultana, 16th, dan Amira Abase, 15th, sedang berbelanja bahan makanan di dekat sebuah apartemen yang ada dalam  pengawasan ketat ISIS di Raqqa, Suriah.

gadis inggris yang kabur

Tiga gadis Inggris yang kabur

Ketiga gadis itu berada dibawah asuhan seorang wanita yang dipanggil Ummu Laith yang bertugas untuk “memurnikan pikiran Barat mereka” dan mencuci otak gadis-gadis tersebut dengan propaganda ISIS.

Mantan siswi di Akademi Bethnal Green itu menghabiskan beberapa bulan pertama mereka di sebuah maqar, yaitu sebuah rumah yang dikhususkan untuk wanita-wanita yang tidak menikah atau janda-janda jihad. Sebuah laporan mengatakan bahwa awalnya mereka-mereka ini belum di percaya oleh pemimpinnya dan dilarang keluar tanpa pengawalan.

Video yang dirilis oleh Eye on the Homeland, yang memiiki banyak aktivis rahasia di lapangan menunjukkan dua diantara ketiga gadis itu membawa senapan AK47.

Ahmad Abdulkader, direktur kelompok tersebut mengatakan, “Orang-orang kami sedang mengawasi kompleks tersebut saat mereka melihat tiga orang wanita menggunakan niqab keluar dari apartemen.”

“Hanya mereka dan Ummu Laith yang tinggal di apartemen itu, dan mereka tidak memiliki pengunjung”.

Dalam video itu, tiga sosok yang menggunakan niqab menutupi sekujur tubuh dan wajahnya terlihat berjalan menuruni tangga dan meninggalkan gedung apartemen.

Mr. Abdulkader mengatakan, “Mungkin setelah tinggal selama dua bulan bersama Ummu Laith, kini mereka cukup dipercaya untuk bisa keluar sendiri.”

Satu diantara ketiga gadis itu menggunakan sepatu yang serupa dengan sepatu yang dikenakan Amira, 15th, sewaktu terakhir terlihat di sebuah stasiun bis di Istambul pada bulan Februari. Gadis itu memimpin grupnya dengan senapan otomatis Kalashnikov dan tas belanja. Dua gadis di belakangnya juga membawa belanjaan.

“Normal jika mereka harus membawa senjata. Tidak aman prajurit asing, tidak pula gadis-gadis itu yang bisa meninggalkan rumah tanpa senjata.” ungkap Mr. Abdulkader, “Mereka takut terhadap serangan dari sel oposisi di dalam kota,” tambahnya.

Shamima Begum, Kadiza Sultana, dan Amira Abase meninggalkan keluarga mereka pada bulan Februari tahun ini dan pergi ke Istambul. Dengan mengumpulkan uang hasil menjual perhiasan, tiga siswi itu kemudian membayar penyelundup ISIS untuk membawa mereka menuju perbatasan Suriah.

Di Raqqa, mereka secara efektif berada di dalam “tahanan rumah” sementara pemimpin ISIS menguji dan melatih mereka. “Gadis-gadis itu sangat jarang keluar. Biasanya sekitar satu atau dua kali seminggu,” jelas Mr. Abdulkader.

Merka didoktrin di markas besar “Brigade Khansa”, yaitu pasukan wanita bersenjata ISIS yang berpatroli di Raqqa, yang bertugas memberi hukuman cambuk bagi wanita-wanita yang dianggap “berperilaku tidak pantas” menurut ISIS. Tiga gadis tersebut juga telah didaftarkan di kantor bela diri dan diharapkan akhirnya akan menikah.

Akhir Mei lalu,  Tasnime Akunjee, pengacara yang mewakili keluarga ketiga gadis tersebut mengkonfirmasi bahwa mereka yang “kabur” tersebut telah menghubungi keluarganya dan mengatakan bahwa mereka baik-baik saja.

Namun, Mr Abdulkader menambahkan dari seorang pembelot ISIS yang melaporkan bahwa gadis-gadis tersebut sebenarnya ingin melarikan diri, tapi terjebak dalam ketakutan. Dibawah aturan keras teroris ISIS, mereka yang berusaha kabur atau membelot maka akan dieksekusi. Hal ini menambah jumlah laporan mengenai pembelot yang berusaha kabur karena berubah pikiran mengenai mimpi ISIS yang telah menyesatkan mereka. (SFA/LM/MM/awdnews)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: