Editorial

Tragedi Mina Bukan Salah Takdir Tapi Salah Kerajaan Saudi Monopoli Haramain

Salafynews.com, JAKARTA – Dengan tidak merendahkan para korban dan keluarga yang ditinggalkan, sebenarnya tidak heran jika banyak musibah saat pelaksanaan jemaah haji. (Baca Al Saud Tidak Becus Urus Masjidil Haram)

TIdak perlu menyalahkan Tuhan dalam hal ini, karena tangan-tangan manusia-lah yang menyebabkan banyak jatuh korban dalam pelaksanaan haji. Dengan perkiraan 2 juta orang terkurung dalam ratusan ton tembok beton, maka bukan hal yang aneh jika terjadi banyak musibah. Pemerintah Saudi juga secara bertahap terus mengurung para jemaah haji dengan ratusan ton beton tambahan dengan bahasa keren yaitu perluasan.

2 juta manusia itu seperti berada di sebuah apartemen bertingkat yang penuh sesak. Mereka dipampatkan dalam ruang-ruang kecil dengan udara yang terbatas. Jadi wajar saja, ketika pintu kereta tidak terbuka karena ada masalah teknis, 200 lebih jemaah pingsan karena kepanasan dan tidak bisa bernafas. Belum lagi ancaman dari crane-crane raksasa yang menjulang tinggi dan rentan jatuh. Satu peristiwa jatuhnya crane seharusnya bisa menjadi pelajaran berharga bahwa mereka yang beribadah sebenarnya terancam banyak bahaya. (Baca Saudi Salahkan ‘Tuhan’ dalam Tragedi Crane Jatuh di Masjidil Haram)

Sesaknya proses pelemparan jumrah adalah masalah tersendiri yang sudah beberapa kali membawa korban. Selain kejadian barusan yang menewaskan 300 orang, tahun 2006 juga ada kejadian serupa dengan korban 300 jiwa lebih. Dan kejadian fenomenal yang dikenal dengan nama “terowongan Mina” tahun 1990 korban mencapai 1.500 orang. (Baca Wakil Putra Mahkota Saudi Sumber Malapetaka Mina; Video)

Siapa yang salah? Jelas, jari akan tertunjuk kepada pemerintahan Arab Saudi yang mengangkangi sendiri pelaksaanaan ritual haji. Komersialisasi berlebihan oleh pemerintahan Saudi dengan membangun tembok-tembok beton yang melingkari para jemaah dan tidak sesuainya jumlah jemaah dengan kapasitas ruang yang ada, adalah penyumbang terbesar kecelakaan saat pelaksanaan haji. (Baca Kerajaan Saudi Perjual Belikan Haramain)

Tewas terinjak adalah cara mati yang mengerikan karena tipisnya udara disertai injakan ribuan manusia. Anda harus menginjak manusia yang jatuh, karena ketika badan anda menahan dorongan dari belakang untuk menghindari menginjak manusia yang jatuh, anda sendiri yang akan jatuh dan terinjak. Dan ketika jatuh, bayangkan kaki-kaki dan berat badan yang tidak ada habisnya melewati tubuh anda.

Hanya 2 juta jemaah haji, pemerintah Saudi memperlihatkan hasil dari ketidak-becusan mereka mengelola dan tamaknya mereka meng-komersialisasi tempat ibadah. Dan ketika musibah terjadi, siapa yang mereka salahkan? Jelas Tuhan. Musibah terjadi karena kehendak Tuhan. Tuhan menjemput para syuhada. Tuhan begini. Tuhan begitu. Salahkan Tuhan, itu metode paling aman. (SFA/DS/MM)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kerajaan Saudi Telah Melecehkan Tamu Allah Atas Tragedi Mina | Arrahmah News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: