Fokus

Tragedi Mina, Konspirasi Mohammed Bin Salman Untuk Gulingkan Putra Mahkota

RIYADH, Salafynews.com – Penasihat Menteri Pendidikan Tinggi Arab Saudi menilai insiden berdarah Mina adalah dampak dari perang kekuasaan di tubuh keluarga kerajaan Al Saud.

Situs berita Al Khaleejaffairs (27/9) melaporkan, Abdullah Al Muqrin, Penasihat Menteri Pendidikan Tinggi Saudi memprotes kelalaian pemerintah Riyadh yang menyebabkan tragedi Mina dan menewaskan ratusan jemaah haji.

Ia mengatakan, “Kelalaian ini adalah buah dari semakin meningkatnya intensitas perang kekuasaan di dalam tubuh keluarga kerajaan Saudi.”

Menurut Al Muqrin, bukan tidak mungkin Mohammad bin Salman, Wakil Putra Mahkota dan Menteri Pertahanan Saudi melancarkan konspirasi atas Mohammad bin Nayef, Putra Mahkota yang juga penanggung jawab penyelenggaraan haji.

Ia menambahkan, “Dengan memperhatikan konflik politik Al Saud, insiden Mina dapat diduga sebagai sebuah konspirasi terorganisir untuk menggulingkan Putra Mahkota saat ini. Dengan begitu, Mohammad bin Salman, akan menjadi Raja Saudi setelah ayahnya, Salman bin Abdulaziz.”

Penasihat Menteri Pendidikan Tinggi Saudi itu menjelaskan bahwa jemaah haji telah menjadi korban perang kekuasaan di keluarga Al Saud. Pemerintah Saudi, katanya, harus melakukan penyelidikan untuk mengusut tragedi Mina dan menyeret para pelakunya.

Di tengah gelombang protes soal kelalaian Riyadh yang mengakibatkan tragedi di Mina, media-media Saudi justru mengucapkan selamat atas keberhasilan penyelenggaraan haji tahun ini, tanpa memperhatikan tewas dan terlukanya ratusan jemaah haji. [Sfa/MM]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: