Analisis

Transaksi Gelap AS Bantu Teroris di Suriah dan Afghanistan

3 Desember 2015

SALAFYNEWS, MOSKOW – Artikel Ashraf Shabagh yang menganalisa korelasi antara cara AS di Afghanistan dan di Suriah dalam mendanai dan membantu teroris untuk menggulingkan pemerintahan yang ada, yang dilansir oleh kantor berita arabic.rt (2/12).

Kementerian tersebut menjelaskan dalam sebuah konferensi pers, bahwa sebelum dimulainya operasi militer Rusia di Suriah dua bulan yang lalu, penghasilan ISIS bersumber dari perdagangan minyak ilegal yang dieprkirakan mencapai 3 juta dolar US dalam sehari, namun dalam beberapa hari-hari terakhir ini mereka mengalami penurunan drastis menjadi satu setengah juta dolar. Sebuah indikasi nyata akan terjadinya kerugian parah bagi ISIS, Bahkan bukan cuma itu, mereka yang terlibat dan bersekutu dalam tindak kriminal ini ikut merasakan imbasnya.

Meski demikian, Amerika Serikat dan banyak negara Eropa menolak informasi yang disampaikan oleh Rusia melalui media kepada opini publik dunia dan masyarakat hukum politik, militer dan internasional. Dimana penolakan tersebut merupakan sebuah petunjuk akan keterlibatan mereka.

Terlepas dari informasi yang disampaikan Rusia, juru bicara Departemen Pertahanan AS Alyssa Smith pada konferensi pers Rabu (2/12), menyampaikan bahwa ” Washington menolak hipotesis tentang keterlibatan langsung pemerintah Turki dengan ISIS dalam penyelundupan minyak, kami belum melihat adanya bukti yang kuat mendukung tuduhan itu.”

Sebuah “penolakan yang sakit” telah dialami oleh Washington dan NATO serta Ankara. Hal itu memberi kesan bahwa ada tujuan lain yang berada di balik krisis dijatuhkannya pesawat Rusia dan perdagangan minyak ini. Disini para pengamat bukannya tidak tahu bahwa Amerika Serikat dan NATO berniat untuk mengangkat lebih dari satu sumbu, meskipun NATO berulang kali akan memasukkan Turki ke dalam keanggotaan, atau akan membantu Turki untuk mengatasi polemik dengan Rusia, dan Rusia sudah menjelaskan bahwa tidak akan melakukan operasi militernya kepada Turki.

Sebenarnya, ISIS nampak sangat membutuhkan sumber aliran utama untuk penghidupan, dan itu adalah minyak yang dapat menghasilkan jutaan dolar. Hal ini juga nampaknya telah difahami dengan baik oleh para pendukungnya. Oleh karena itu mereka terus berupaya dengan keras untuk menopang apa dibutuhkan oleh ISIS untuk tetap dapat mengeruk kekayaan dan agar simbiosis mutualisme ini tidak berhenti, dengan mempersenjatai mereka (ISIS) untuk memuluskan “kepentingan mereka” tetap berjalan dengan baik.

Itu semua mengingatkan kita dengan baik bagaimana Amerika dan sekutu-sekutunya menggunakan cara yang sama saat menjalankan proyek di Afghanistan dengan cara budidaya obat-obatan terlarang secara luas, dimana hal itu merupakan sumber aliran utama untuk pembiayaan organisasi teroris yang memerangi pemerintah Afghanistan dan pasukan Soviet kala itu.

Sebagaimana diketahui bahwa Amerika Serikat telah memainkan peran penting dalam bisnis obat-obatan terlarang di Afghanistan, dimana Amerika kembali dengan kekuatannya ke negara tersebut pasca peristiwa 11 September 2001, untuk kembali mengoperasikan ladang obat-obatan terlarang terbesarnya di dunia.

Sungguh mengagetkan ternyata kampanye perdagangan obat-obatan tersebut meningkat dan mengalami kemajuan sepanjang beberapa tahun terakhir sehingga mengancam Eropa itu sendiri. Namun, Washington tidak begitu menghiraukan hal tersebut, karena menurut mereka yang terpenting adalah bagaimana kelompok-kelompok teroris mampu membiayai dirinya sendiri serta mendapatkan senjata tambahan selain dari senjata-senjata yang “sengaja” diturunkan oleh pesawat Amerika dan pesawat milik mereka yang bersekutu dengan Washington.

Kini, terjadi penggunaan sekenario yang sama dengan menggunakan Turki, yang merupakan salah satu anggota NATO, Washington dan Brussels telah berjanji untuk memberikan dukungan kepadanya, dengan tujuan agar minyak ISIS bisa menghasilkan pemasukan dan begitu pula yang terjadi di Afghanistan. Secara histori dan ekonomi ini merupakan hal yang sama dalam penerapannya. (SFA)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Jet tempur Rusia Serbu Persembunyian Para Pemimpin Teroris di Lattakia Suriah :Video | SalafyNews

  2. Pingback: Terkait Pencucian Uang, Kejaksaan Italia Periksa Bilal Anak Erdogan | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: