Internasional

Tukang Cukur Pekerjaan yang Dibenci Teroris ISIS, Kenapa?

Minggu, 12 Juni 2016,

SALAFYNEWS.COM, SURIAH – Seorang warga dari desa Umm Al-Rus Suriah memulai kembali profesinya setelah desanya telah berhasil dibebaskan dari cengkeraman kelompok teroris ISIS dan setelah semua toko salon perias dan cukur rambut ditutup oleh para militan teroris dengan alasan bertentangan dengan syariat Islam.

Seorang pemuda bernama Mahmoud Hussein kini telah kembali ke profesi semula yaitu sebagai sebagai tukang cukur pria setelah sebelumnya kelompok teroris ISIS melarang semua orang yang berprofesi sebagai tukang cukur melakukan aktifitas mencukurnya dengan alasan dianggap melanggar hukum syariat dan agama Allah, dan seluruh pemuda diharuskan untuk memanjangkan jenggot dan rambut mereka. (Baca: Jurnalis Indonesia Beber Fakta Suriah Sebenarnya Pasca Kunjungan ke Lokasi Konflik)

Mahmoud Mustafa Hussein mengatakan “saya dilarang oleh kelompok teroris ISIS untuk menjalankan karir saya sejak tiga tahun lalu karena hal itu dianggap bertentangan dengan undang-undang mereka, namun saya tetap bekerja dengan cara sembunyi-sembunyi karena pekerjaan itu merupakan satu-satunya sumber mata pencaharian saya, saya sangat takut kepada mereka karena mereka sungguh kejam dan jika saya ketahuan maka mereka akan menutup tempat saya dengan lilin merah dan akan mencambuk serta menghina saya”. (Baca: Moskow: Barat Salah Artikan Antara Teroris dan Oposisi di Suriah)

Dilaporkan bahwa pasukan militer Dewan Manbej baru-baru ini berhasil membebaskan desa Umm Al-Rus di Raif Manbej timur dari para elemen ISIS. (SFA)

Sumber: Arabic.RT

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: