Eropa

Turki Gunakan Militan Suriah Sebagai Zona Penyanggah

Salafynews.com, ANKARA – Pergantian komandan Ahrar al-Sham yang berafiliasi dengan front al-Nusra adalah bertujuan untuk memperkuat zona penyanggah di Suriah. (Baca Ikhwanul Muslimin dan Teroris Ahrar Syam Dibalik Konflik Suriah)

Mohamed al-Masri Aka Abu Yehia al-Hamawi ditunjuk sebagai pemimpin baru Ahrar al-Sham pekan lalu untuk menggantikan Hasyim al-Sheikh Aka Abu Jaber.

“Abu Yahya memiliki hubungan dekat dengan badan intelijen Turki, karena hubungan dekat Mufti Ahrar Al-Sham, Abul Abbas Shami dengan badan intelijen sejak tahun 1990-an,” kata seorang sumber informasi surat kabar al-Safir Lebanon pada hari Selasa.

“Turki membutuhkan mitra yang dapat dipercaya untuk membuat zona penyangga di Utara Suriah, sedangkan Abu Jaber (komandan sebelumnya) tidak mampu menyelesaikan perbedaan internal Ahrar al-Sham dan memiliki sikap negatif pada penciptaan zona penyangga,” tambahnya. (Baca Konspirasi Turki dan Israel Hancurkan Suriah)

Menurut laporan itu, sebelum Abu Jaber, dua pemimpin agama lain Ahrar al-Sham, termasuk Abu Shuaib al-Misri dan Abu Mohammad al-Sadiq, telah meninggalkan kelompok ini, karena rencana zona penyangga Turki.

Ahrar Al-Sham yang berafiliasi dengan front-Al-Nusra, cabang resmi al-Qaeda di Suriah, adalah 2 kelompok anggota koalisi Jaish al-Fath, yang didukung oleh Turki, Qatar dan Arab Saudi, dengan tujuan untuk merebut Idlib.

Laporan media tertentu telah mengklaim pada bulan Agustus bahwa pasukan Turki siap untuk melakukan intervensi militer di Suriah dengan dalih menciptakan zona penyangga untuk melindungi perbatasan Turki terhadap ancaman dari kelompok teroris.

Pada bulan Oktober, Kementerian Luar Negeri Suriah menolak tentang memberlakukan zona penyangga di tanah Suriah.

“Upaya Turki untuk mendirikan zona penyangga di tanah Suriah merupakan pelanggaran mencolok terhadap piagam PBB dan hukum internasional,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan bahwa “Suriah benar-benar menolak pembentukan zona penyangga pada setiap wilayah Suriah dengan dalih apapun dan juga menolak intervensi militer asing di wilayahnya”. (Baca Turki Takut Serang ISIS di Suriah)

Kementerian itu menekankan bahwa pemerintah Suriah akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan nasional dan kesatuan wilayah setelah berkonsultasi dengan negara-negara lain. (SFA/FNA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: