Internasional

Turki Terlibat Dalam Serangan ISIL di Kobani

Salafynews.com – Kantor berita resmi Suriah, SANA melaporkan bahwa Turki telah memfasilitasi re-entry militan ISIL ke kota Kobani untuk merebut kembali kota tersebut setelah sebulan dikuasai militan Kurdi (YPG).

Militan ISIL mulai maju ke Kobani setelah meledakkan sebuah bom mobil di dekat perbatasan, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 70 lainnya. Bentrokan sengit meletus antara gerilyawan ISIL dan pejuang Kurdi (YPG). Para militan ISIL berhasil merebut kembali beberapa daerah di Kobani, kantor berita SANA melaporkan.

ARN001200400151131175_Keterlibatan_Turki_Di_Kobani

Militan ISIL dilaporkan telah mengeksekusi lebih dari 20 orang Kurdi Suriah, di antaranya wanita dan anak-anak, di sebuah desa di selatan Kobani.

Serangan teroris ISIL datang setelah sebulan dikalahkan oleh pasukan YPG di Kobani dan sekitarnya. Para teroris terpaksa menarik diri dari kota perbatasan strategis itu.

Seorang politisi terkemuka pro-Kurid menyalahkan Ankara atas pembantaian ISIL di Kobani.

Figen Yuk-sekdag, pemimpin Partai Rakyat Demokratik Turki mengatakan (25/6) bahwa pembunuhan masal warga sipil di Kobani adalah hasil dari dukungan pemerintah Turki terhadap teroris ISIL. Ia juga menambahkan bahwa ada kemungkinan Turki melakukan pembiaran para teroris menyeberangi perbatasan Turki untuk memasuki kota Kobani.

Seorang analis Timur Tengah mengatakan ada kemungkinan Turki terlibat dengan memasukkan teroris ISIL ke Kobani untuk memecah kosentrasi militan Kurdi yang mendekati Provinsi Raqqa. Bahkan sebelumnya ISIL telah menarik diri dari kota kuno Palmyra dan Aleppo untuk mempertahankan Raqqa. Menginggat pentingnya Provinsi Raqqa sebagai pusat dan basis ISIL di Suriah, maka mungkin saja serangan ke Kobani baru-baru ini dengan tujuan memaksa militan Kurdi kembali ke Tal Abyad. Dan tentu merebut kembali Kobani sangat penting bagi ISIL karena itu satu-satunya jalan masuk para teroris ke Suriah dan suplai senjata.

Pada tanggal 16 Juni, yang YPG menguasai Tel Abyad, kota strategis lain di perbatasan Suriah-Turki. Tel Abyad sebelumnya digunakan sebagai saluran utama oleh ISIL untuk mengangkut senjata dan pejuang ke Provinsi Raqqa, ibukota militan ISIL di Suriah.

Puluhan desa lainnya telah direbut kembali oleh YPG ke arah Raqqa, tentu ini berpengaruh pada Turki yang melihat pertumbuhan kelompok Kurdi dekat perbatasannya.

Turki merupakan salah satu pendukung utama teroris yang berperang terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad, dengan laporan yang menunjukkan bahwa Ankara aktif melatih militan yang beroperasi di Suriah.

Dokumen terbaru yang diterbitkan oleh harian Turki Cumhuriyet membongkar keterlibatan intelijen Turki (MIT) yang memasok senjata kepada militan ISIL. [MS/KA/HMV/ARN]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: