Internasional

Ulama Al-Azhar dan DK PBB Kecam Serangan Bom di Masjid Ar-Ridha Saudi

30 Januari 2016,

SALAFYNEWS.COM, SAUDI – PBB Dewan Keamanan (DK PBB) dan otoritas tertinggi Mesir, al-Azhar, telah mengutuk serangan teroris di sebuah masjid Syiah di Provinsi Timur Arab Saudi.

Pada hari Jumat (29/01), empat orang tewas dan 18 lainnya menderita luka-luka ketika pembom menyerang Masjid Ar-Ridha di kota Mahasen, Ahsa. (Baca: Jum’at Berdarah, Serangan Teroris di Masjid Ar-Ridho Usai Sholat)

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah insiden tersebut, DK PBB mengecam serangan itu, dan serukan ” para pelaku, penyelenggara, pemodal dan sponsor” tindakan teror akan dibawa ke pengadilan.

“DK PBB menekankan bahwa mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut harus bertanggung jawab, dan mendesak semua negara, sesuai dengan kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan resolusi-resolusi Dewan Keamanan yang relevan, untuk bekerjasama secara aktif dengan pemerintah Saudi dalam hal ini,” dalam pernyataan resminya secara tertulis.

Kami sampaikan simpati yang amat dalam dan belasungkawa kepada keluarga korban insiden itu, dan menekankan bahwa “setiap tindakan terorisme dan kriminalitas atas tidak dapat dibenarkan, terlepas dari motivasi mereka, dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun dilakukan.”

Selanjutnya, al-Azhar mengutuk serangan hari Jumat, mengatakan serangan ini melanggar kemanusiaan dan norma agama, karena rumah ibadah adalah tempat yang suci, sebagaimana diberitakan oleh PressTV (30/01).

Hingga saat ini tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi serangan yang ada menyerupai beberapa serangan sebelumnya yang dilakukan oleh kelompok teroris Takfiri Daesh/ISIS.

Serangan bom hari Jumat adalah serangkaian pemboman di Arab Saudi, mereka para pembom ingin menggerakkan Isu Sektarian dan persatuan dan para teroris menargetkan kelompok minoritas Syiah di negara itu.

Kota-kota di Provinsi Timur yang didominasi Syiah telah menjadi tempat pembantaian oleh pengusa monarki Wahabi Saudi, bukan hanya kelompok Syiah saja, kelompok Sunnipun mendapat perlakuan yang sama, karena Kerajaan Saudi memang berfaham Wahabi yang ingin menghabisi kelompok lain. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: