Asia

Ulama Pakistan Kecam Saudi Tak Berikan Kebebasan Berhaji

Senin, 30 Mei 2016,

SALAFYNEWS.COM, PAKISTAN – Anggota senior dari Partai Dewan Kesatuan Muslim Pakistan, Sheikh Asghar Askari, menyerukan untuk diserahkannya pengelolaan urusan haji kepada Organisasi Kerjasama Islam (OKI) guna menghindari terulangnya kembali tragedi Mina pada tahun lalu.

Asghar Askari menyampaikan kepada kantor berita Fars News pada hari Sabtu (29/05), bahwa para peziarah atau jamaah haji harus mendapatkan layanan keamanan dan keselamatan dalam menunaikan manasik haji hingga saat kembali ke rumah mereka masing-masing. (Baca: Tragedi Mina Bukan Salah Takdir Tapi Salah Kerajaan Saudi Monopoli Haramain)

Ia menambahkan bahwa banyak orang yang berusia cukup tua di Pakistan enggan untuk melakukan perjalanan haji karena mereka khawatir, meski mereka memiliki kemampuan secara finansial.

Ia melanjutkan bahwa nasib banyak peziarah Pakistan dalam insiden Mina masih belum diketahui, oleh karenanya banyak warga menolak untuk melakukan ibadah haji.

Askari mengatakan bahwa ibadah haji adalah sebuah kewajiban, namun menjaga keselamatan nyawa jauh lebih wajib sehingga banyak orang Pakistan menahan diri untuk menunaikannya.

Ia melanjutkan bahwa orang-orang Pakistan merasa terintimidasi oleh sejumlah rencana para pangeran Saudi yang bukan hanya tidak memberikan layanan untuk kenyamanan dalam pelaksanaan manasik haji, namun juga menjadikan nyawa mereka dalam bahaya karena suhu udara yang parah di negeri itu. (Baca: Tragedi Mina, Konspirasi Mohammed Bin Salman Untuk Gulingkan Putra Mahkota)

Askari menegaskan bahwa semua negara Islam mengemban tanggung jawab untuk menjaga keselamatan warganya selama pelaksanaan ibadah haji dan untuk memprotes langkah-langkah yang dianggap kurang namun masih tetap dijalankan oleh pemerintah Saudi.

Dia mengatakan bahwa pemerintah Saudi tidak mampu untuk menjaga keselamatan dan keamanan para peziarah, tidak hanya yang berkaitan dengan insiden Mina saja, melainkan sebagaimana telah disaksikan semua orang atas terjadinya sejumlah insiden yang menjadikan nyawa para jamaah haji berada dalam bahaya di berbagai tempat suci, termasuk insiden Masjidil Haram, oleh sebab itu, ketidakpedulian terhadap kenyataan tersebut adalah hal yang tidak dapat dibenarkan. (Baca: Kerajaan Saudi dan Amerikaisasi Kota Suci Umat Islam)

Ia melanjutkan, bahwa para peziarah tidak dapat melakukan ritual mereka secara bebas, mereka dipaksa untuk menjalankan ritual sesuai dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh Saudi, hal itulah yang menjadikan muncul berbagai macam resiko besar selama melakukan ibadah di Masjidil Haram.

Ia mengkritik larangan bagi para jamaah haji untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW dan Kuburan Al-Baqi, ia menjelaskan bahwa para peziarah merasa bahwa kunjungan mereka tidak sempurna, hal itu menjadi masalah dalam pelaksanaan ibadah haji

Ia menekankan akan pentingnya penyerahan kewenangan pengelolaan urusan haji dan ziarah ke Komite Islam dan menggunakan anggaran pemasukan dari haji untuk umat Islam, karena Mekkah bukanlah milik keluarga kerajaan Al Saud, Mekkah merupakan tempat suci milik seluruh umat Islam. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: