Internasional

Uni Eropa Ingatkan Israel Untuk Tidak Memprovokasi Muslim Soal Masjid al-Aqsha

Salafynews.com, PALESTINA – Uni Eropa menyatakan keprihatinan atas eskalasi kekerasan di Masjid al-Aqsa di al-Quds (Yerusalem), dan mengatakan provokasi di tempat suci dapat menimbulkan bahaya besar. (Baca Breaking News; Puluhan Terluka Setelah Pasukan Israel Bakar Masjidil Aqsha)

Juru bicara Komisi Eropa Maja Kocijancic pada Selasa (15/9), mengatakan bahwa eskalasi kekerasan di tempat suci akan menimbulkan bentrokan antara Muslim yang menganggap masjid sebagai tempat suci, dan Yahudi yang menandai hari keagamaan.

“Kekerasan dan eskalasi (di situs suci) merupakan provokasi dan hasutan” Kocijancic kepada wartawan di Brussels, dan menyerukan kepada Israel untuk “menghormati dan menahan diri”. (Baca Video Penyerangan Masjid al-Aqsha)

Masjidil Aqsha dalam Bahaya

Lebih dari 200 tentara Israel menyerbu Masjid Al-Aqsa selama tiga hari berturut-turut dan memblokir semua jalan menuju ke tempat suci. Mereka juga menyerang jamaah Palestina di dalam masjid, menembakkan granat setrum dan gas air mata pada mereka. Pasukan Israel juga menyerang Masjid al-Quds, membakar gerbang dan memecahkan jendela-nya.

Uni Eropa telah memperingatkan sebelumnya bahwa setiap perubahan dalam status quo di Masjid al-Aqsa akan memiliki dampak sangat stabil. (Baca Kesamaan Wahabi, Zionis, ISIS Suka Hancurkan Situs Sejarah Islam)

Sementara itu, utusan PBB juga memperingatkan bahwa bentrokan di al-Aqsa dapat memicu kekerasan lebih luas di wilayah tersebut.

“Timur Tengah menghadapi gelombang teror dan ekstrimisme, provokasi serius memiliki potensi untuk memicu kekerasan baik di luar tembok Kota Tua Yerusalem (al-Quds),” kata koordinator PBB Nickolay Mladenov.

Pemerintah dan organisasi internasional telah mengecam keras serangan Israel pada jamaah Palestina, sedangkan Yordania memperingatkan bahwa kelanjutan dari serangan bisa menempatkan hubungan dengan Israel dalam level terendah.

Gerombolan Pemukim Yahudi Serang Masjidil Aqsha

Al-Aqsa adalah tempat suci ketiga bagi umat Islam sementara orang-orang Yahudi, yang menyebut tempat Temple Mount, menghormatinya sebagai tempat suci mereka.

Rezim Tel Aviv telah mencoba untuk mengubah demografi al-Quds selama dekade terakhir dengan membangun pemukiman ilegal, merusak situs sejarah dan mengusir penduduk Palestina.

Penduduk Palestina mengatakan ada rencana rahasia yang dilakukan oleh Israel untuk mengubah aturan yang mengatur al-Aqsa, sehingga orang-orang Yahudi, yang saat ini dilarang berdoa di dalam masjid, bisa beribadah di sana. Israel membantah rencana tersebut tapi terus menyerang umat Islam yang datang ke tempat suci untuk mempraktikkan agama mereka. (SFA/PTV)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: