Amerika

UNICEF; Jutaan Anak Jadi Korban Kejahatan Perang

UNICEF, Salafynews.com – “Jutaan anak-anak di dunia terperangkap dalam perang orang dewasa,” demikian diumumkan pemimpin UNICEF pada hari Jum’at(24/7) kemarin, dalam sebuah perigatan 10 tahun terbentuknya resolusi DK PBB yang mendirikan sebuah mekanisme pengawasan dan pelaporan penggunaan tentara anak dengan seruan yang serius terhadap akuntabilitas dan langkah-langkah nyata untuk mengakhiri semua ‘kengerian’ yang harus dihadapi anak-anak.

anak-anak palestinaDalam sebuah pernyataan, Direktur Eksekutif UNICEF, Anthony Lake mengatakan bahwa hingga kini, jutaan anak-anak di seluruh dunia menjadi korban tewas, terluka, diperkosa, diculik, rumah-rumah dan sekolahnya dihancurkan,tak bisa memperoleh makanan, air dan bahkan kesehatan, serta ribuan lainnya dipaksa untuk menjadi tentara dan mengangkat senjata.

“Sepuluh tahun lalu, Dewan Keamanan PBB telah meluluskan resolusi 1612 untuk perlindungan lebih baik bagi anak-anak yang terdampak konflik. Dan kini, upaya-upaya serius tengah dilakukan untuk melindungi anak-anak di negara-negara yang dilanda perang,” ucapnya, mencatat bahwa tahun lalu, 10.000 anak-anak dilepaskan dari paksaan menjadi tentara anak, dan dari kelompok-kelompok bersenjata di seluruh dunia, dan memberi dukungan kepada mereka agar bisa kembali ke komunitasnya masing-masing.

tentara anak afrika“Namun kini kekerasan pada anak-anak dalam berbagai konflik meuju kearah yang lebih gelap,” Mr. Lake memperingatkan, sambil menyoroti berbagai laporan yang diterimanya dari Irak, Nigeria dan Suriah yang mengungkapkan bagaimana anak-anak kini digunakan orang-orang dewasa untuk menjadi pelaku kejahatan ekstrim. Anak-anak itu bahkan dipaksa untuk melakukan eksekusi, dan dicekoki pemikiran bahwa kekejaman semacam itu adalah hal yang normal.

Pikiran mereka yang masih lemah dan mudah dipengaruhi di ekspose untuk menerima kebrutalan yang tidak masuk akal, yang sangat bertentangan dengan kesucian masa kecil anak-anak.

“Setiap anak dalam sebuah konflik, yang terbunuh ataupun dipaksa untuk membunuh, atau terpaksa harus menyaksikan kebrutalan dalam sebuah perang, adalah korban. Seseorang yang tidak bersalah yang harus membayar konflik yang tidak ia buat,” ungkap pemimpin UNICEF tersebut.

Mr.Lake menyeru kepada seluruh warga dunia untuk menanggapi kenyataan ini dengan lebih serius.

“Kita semua harus marah karena penderitaan semacam itu masih terus berlanjut dan tidak banyak hal yang dilakukan untuk mengakhiri semua kengerian ini maupun untuk menangkap mereka yang bertanggung jawab terhadap permasalahan ini,” pungkasnya. (lm/UNICEF/arn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: