Asia

Utusan Khusus PBB Dilarang Temui Muslim Rohingya

MYANMAR, Salafynews.com – Pemerintah Myanmar melarang utusan khusus PBB bertemu dengan muslim Rohingya teraniaya di negara itu.

Yanghee Lee mengunjungi Myanmar untuk melakukan investigasi tentang  situasi hak asasi manusia menjelang pemilihan parlemen Myanmar, yang dijadwalkan pada 8 November mendatang.

Dia mengeluhkan sikap pemerintah Myanmar yang menghalangi dan mencegah dirinya yang ingin mengunjungi negara bagian Rakhine, di mana etnis Rahingya tinggal.

Kamp_Muslim_Rohingya“Saya kecewa atas pembatalan pertemuan pada menit-menit akhir tanpa penjelasan”, kata utusan PBB. “Tentu situasi ini menghambat kerja dan tanggung jawab saya yang telah mendapatkan mandat ini”, tambahnya.

Lee menegaskan bahwa muslim Rohingya telah diberitahu oleh pemerintah Myanmar bahwa mereka tidak punya hak memilih dalam pemilu November mendatang. Ini merupakan diskriminasi dan pencabutan hak muslim Rohingya, tambahnya.

Kunjungan Lee ke Myanmar adalah yang ketiga kali sejak ia diangkat oleh PBB. Selama kunjungan terakhirnya pada bulan Januari, komentar tentang penganiayaan Rohingya disebabkan respon negatif pemerintah terhadap muslim Rohingya, yang menuduhnya melanggar kedaulatan negara.

Populasi Muslim Rohingya sekitar lima persen dari populasi Myanmar yang hampir 60 juta. Pemerintah Myanmar berulang kali dikritik oleh kelompok hak asasi manusia karena gagal melindungi Muslim Rohingya. Menurut PBB, Rohingya adalah salah satu komunitas yang paling teraniaya di dunia.

Ratusan Muslim Rohingya tewas dan terluka setelah kekerasan dan konflik sektarian meningkat di Myanmar. Ribuan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka, bahkan Myanmar. [PTV/SFA]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: