Editorial

Wahabi Adalah ISIS, ISIS Bukan Aswaja

JAKARTA, Salafynews.com – ISIS bukanlah Aswaja. Ideologi umumnya yang dianut oleh kelompok radikal adalah Wahabi. Wahabi sebuah ideologi yang baru terbentuk dan digagas oleh Muhammad bin Abdul Wahab sebagai sebuah aliran yang telah melakukan elaborasi terhadap pandangan Ibn Taymiyah dan merealisasikannya sesuai dengan interpretasi Muhammad bin Abd Wahab. Fikih yg digunakan pada awalnya adalah Fikih Hanbali namun mengalami distorsi di sana-sini karena pandangan tekstualis dan penolakan terhadap pola Taklid yang dikembangkan dalam Mazhab Ahlussunnah wal jamaah. (Baca Wahabisme Racun Agama)

Kekakuan pandangan dan Literalis mengingatkan banyak pemikir sejarah akan pola pemikiran Khawarij dan jika ditarik bemang merah dengan gagasan-gagasan dan pola Takfirisme yang ada pada Khawarij maka dapat disebutkan bahwa Wahabi merupakan Neo-Khawarij. Doktrin-doktrin yang dikembangkan Wahabi justru bertolakbelakang dengan doktrin Ahlussunnah yang mendasarkan ajarannya pada proses Taklid baik dalam akidah maupun Fikih.

Sebagaimana kita ketahui pemikiran Akidah Ahlussunah dibentuk oleh Abul Hasan al-Asy’ari dan Maturidi sedangkan Fikih dibentuk oleh salah satu dari 4 tokoh Fikih (Hanafi, Hambali, Maliki dan Syafiie). Bukti lain bahwa Wahabi bukanlah Ahlussunnah bahwa penolakan terhadap pola tradisi yang tumbuh di masyarakat Ahlussunnah sebagai bentuk dialektis ajaran Islam dan Budaya juga penekanan secara ketat terhadap perkembangan dan ulama-ulama Ahlussunnah yang ada di Arab Saudi. (Baca Wahabi Menuhankan dan Menabikan Muhammad bin Abdul Wahab, Benarkah?)

Penguasaan wilayah strategis Islam Mekkah dan Madinah menjadi entry point yang sangat strategis bagi Wahabi untuk memainkan peran besar di tubuh umat Islam dan menginfiltrasi umat Islam yang tidak memiliki ilmu ke Islaman yang memadai. Kerugian terbesar atas kehadiran Wahabi pada hakikatnya menimpa umat Ahlussunnah karena infiltrasi langsung ke dalam Aswaja. Sayangnya sedikit sekali disadari oleh tokoh dan ulama kita. Ditambah dukungan petro dolar yang tak pernah putus terhadap ekspansi Wahabi diseluruh penjuru dunia Islam. Karenanya perlu gerakan penyadaran terhadap tokoh dan Ulama Ahlussunnah akan ancaman yang sesungguhnya. Melihat pola doktrin dan gerakan Wahabi wajarlah Agil Siradj berkata “Wahabi selangkah lagi menjadi Teroris”.

Makar_Wahabi

Indonesia Target Utama Wahabi

Indonesia merupakan target utama Wahabi saat ini. Upaya ini dapat kita saksikan melalui gerakan progressif yang dilakukan oleh Wahabi dengan beragam bentuknya. Mulai dari penjaga mushola dan masjid hingga kampus-kampus, mulai dari sekolah-sekolah dasar hingga politik. Bahkan organisasi-organisasi massa Islam tidak lepas dari incaran gerakan Wahabi ini. (Baca PKS Ikhwanul Muslimin Indonesia Berfaham Aliran Sesat Wahabi)

Muktamar NU, Muhamadiyyah dan Munas MUI yang baru lalu diwarnai oleh Wahabi yang sangat terang benderang. Media-media sosial, chanel televisi nasional dan streaming dipenuhi oleh agenda kelompok ini. Sejenak bukalah Faceebook hampir dipastikan anda akan menemukan akun yang malang melintang menyuarakan suara Wahabi.

Upaya Stigmaisasi Syiah gencar dilakukan sebagai sebuah strategi untuk mengkaburkan musuh ummat dan menutupi kedok gerakan Wahabi seakan bagian dari Ahlussunnah yang ingin menyelamatkan ummat dari kesesatan, pola ini mirip strategi Jepang ketika menduduki Indonesia yang memangsa Saudara Asia Tuanya dan berujung pada penipuan kepada masyarakat Indonesia yang mudah berhusnuzdhon dan menyambut Jepang dengan penuh hormat tapi kemudian dibantai jauh lebih buruk dari Belanda.

Demikian yang dilakukan Wahabi di Indonesia. Apa yang akan terjadi jika Wahabi kuat di Indonesia? Porak porandalah semua bangunan ke-Islaman Indonesia yang telah dihasilkan selama berabad-abad. Darah akan mudah tercecer karena stigma sesat, kafir akan segera berhamburan. Tokoh-tokoh Sunni moderat akan akan dicap Syiah dan diburu. Apakah analisa ini terkesan berlebihan? Itulah yang sekarang terjadi di beberapa wilayah Timur Tengah. (Baca HTI, ISIS, Wahabi Meretas NKRI)

Lalu, upaya apa yang harus dilakukan ? Siapapun kita wajib memberikan kesadaran ke sekitar kita akan bahaya Wahabi ini terutama kalangan muda dan sosialita yang punya semangat berjilbab dan sholat tepat waktu tapi tidak memiliki pemahaman agama yang memadai, merekalah sasaran empuk Wahabi. Jika terlambat jangan menyesal kalau kita harus bertahan dengan pedang. Saya punya data apa yang sekarang dilakukan oleh Wahabi di Indonesia sama persis dengan apa yang dilakukan di Suriah tahun 2004 dan meletus kekacauan di Suriah tahun 2010, jika pemerintahan saat ini lemah bukan tidak mungkin mereka akan memanfaatkan situasi tersebut. (SFA/MM/KM)

3 Comments

3 Comments

  1. Pingback: Labelisasi SYIAH. Cara Wahabi Pro Teroris Men-stigma Tokoh Pemersatu | VOA ISLAM NEWS

  2. Pingback: Akibat Krisis Keuangan ISIS Culik dan Jual Anak ke Suriah dan Turki | SALAFY NEWS

  3. Pingback: Raja Jordania Minta Israel Terlibat Perang Lawan ISIS | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: