Editorial

Wahabi Menuhankan dan Menabikan Muhammad bin Abdul Wahab, Benarkah?

Salafynews.com, JAKARTA  Sebuah dokumen otentik menunjukkan bahwa Arab Saudi menghabiskan petrodolar untuk menyebarkan ideologi Takfirisme di kawasan, seorang pengamat Timur Tengah mengungkapkan pada hari Rabu (2/9/2015). (Baca MUFTI MAKKAH FATWAKAN GERAKAN WAHABI SESAT)

“Mengingat upaya dan dokumen yang ada, Riyadh sedang mencoba menggunakan uang untuk menyebarkan pemikiran Wahabi yang ekstrim dan takfirisme di Timur Tengah khususnya, dan negara-negara lain secara umum” anggota parlemen Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Komisi Seyed Baqer Hosseini mengatakan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi berbahasa Arab pada Rabu. (Baca Aliran Sesat Wahabi Bantai Muslimin dan Madzhab Islam Yang Sah)

Wahabi Bukan Islam

Dia memperingatkan bahwa langkah dan tindakan ISIL telah mengancam umat Islam, orang-orang Tengah-Timur dan seluruh lapisan masyarakat, dan menyerukan untuk segera memblokir kegiatan kelompok teroris. Dan menambahkan bahwa sangat disayangkan ideologi ekstrim Wahabi begitu mudah tersebar, bahkan tidak ada upaya pencegahan penyebaran dari ideologi yang telah menciptakan keretakan di kalangan umat Islam. (Baca Wahabi Membakar Al-Qur’an, Kitab Hadis dan Hancurkan Kuburan Sahabat Nabi)

Dalam sambutannya yang relevan pada bulan Juni, seorang legislator senior Kuwait mengecam Arab Saudi yang telah membiayai dan mendukung kelompok-kelompok teroris dan ekstrimis, dan mengatakan serangan teroris yang dilakukan di Teluk Persia Arab, merupakan hasil dari pemikiran ekstrim Wahabi.

“Arab Saudi dan Qatar telah menciptakan banyak bahaya di berbagai daerah melalui dukungan mereka terhadap terorisme,” kata Abdulhamid Dashti kepada FNA. (Baca Wahabi, Radikalisme Diantara ISIS dan ATHEIS)

“mereka telah menikmati Keuangan, palatihan, senjata dan lainya dari petro dolar Saudi, untuk mendukung kegiatan mereka dalam meneror dan meningkatkan ketidak amanan di negara-negara Arab”, tambahnya.

(Diambil dari kitab فضائح الوهابية Syaikh Fathi Al-Mishri Al-Azhari)

Seorang mufti madzhab Hanbali Syaikh Muhammaad bin Abdullah bin Humaid an-Najdi (w.1225 H) dalam kitabnya al-Suhubu al-Wabilah ‘ala Dhara-ih al-Hanabilah berkata tentang Muhammad bin Abdul Wahabi: “Sesungguhnya dia (Muhammad bin Abdul Wahabi) apabila berselisih dengan seseorang dan tidak bisa membunuhnya terang-terangan maka ia mengutus seseorang untuk membunuhnya ketika dia tidur atau ketika ia berada di pasar pada malam hari. Ini semua dia lakukan karena ia mengkafirkan orang yang menentangnya dan halal untuk dibunuh.” (Muhammad al-Najdi, al-Suhubu al-Wabilah ‘ala Dhara-ih al-Hanabilah, Maktabah al-Imam Ahmad, hal. 276).

Mufti madzhab Syafi’i dan kepala dewan pengajar di Makkah pada masa Sultan Abdul Hamid Syekh Ahmad Zaini Dahlan mengatakan bahwa Muhammad ibn Abdul Wahabi pernah mengatakan: “Sesungguhnya aku mengajak kalian pada tauhid dan meninggalkan syirik pada Allah, semua orang yang berada dibawah langit yang tujuh seluruhnya musyrik secara mutlak sedangkan orang yang membunuh seorang musyrik maka ia akan mendapatkan surga”. (Ahmad Zaini Dahlan, al-Duraru al-Sunniyah fi al-Raddi ’ala al-Wahabiiyah, Kairo: Musthafa al-Babi al-Halabi, hal 46). Itulah pernyataan Muhammad ibn Abdul Wahabi dan kelompoknya yang telah menghukumi umat Islam dengan kekufuran, menghalalkan darah dan harta mereka serta mencabik-cabik kemuliaan nabi dengan melakukan bermacam-macam bentuk penghinaan terhadapnya. Mereka juga terang-terangan mengkafirkan umat sejak 600 tahun, dan orang yang pertama kali terang-terangan dengan hal itu adalah Muhammad ibn Abdul Wahabi, ia mengatakan: “Aku telah datang kepada kalian dengan agama yang baru”. Ia meyakini bahwa Islam hanya ada pada dia dan orang-orang yang mengikutinya dan bahwa manusia selain mereka seluruhnya adalah musyrik. (Baca Kebencian Wahabi Terhadap Nabi Muhammad Dan Islam)

Mufti Ahmad Zaini Dahlan juga menuturkan dalam kitabnya Umara-u al Balad al Haram bahwa orang-orang Wahabi ketika memasuki Thaif mereka melakukan pembantaian massal terhadap masyarakat dalam rumah-rumah mereka, mereka juga membantai orang-orang tua dan anak-anak, rakyat dan pejabat, orang mulia dan yang hina. Mereka menyembelih bayi yang sedang menyusu di depan ibunya. Mereka juga membunuh  manusia di rumah-rumah dan di toko-toko dan ketika mereka menemukan sekelompok orang yang sedang belajar al-Qur’an, mereka membunuh semuanya. Kemudian mereka masuk ke mesjid-mesjid dan membunuh siapapun yang berada di dalam mesjid yang sedang ruku’ atau sujud dan merampas uang dan hartanya. Kemudian mereka menginjak-injak mushaf, naskah kitab al Bukhari dan Muslim dan kitab-kitab hadits, fikih dan nahwu setelah mereka membuangnya di lorong-lorong jalan dan parit-parit serta mengambil harta umat Islam dan membagikannya sesama mereka layaknya membagi harta rampasan (ghanimah) orang kafir.  (Ahmad Zaini Dahlan, Umara al-Balad al-Haram, hal. 297-298.

Ahmad Zaini Dahlan mengatakan: “Sayyid Syekh Alawi ibn Ahmad ibn Hasan al Haddad Ba’alawi dalam kitabnya Jala-u al Dhalam fi al Raddi ‘ala al Najdi al Ladzi Adhalla al ‘Awam mengatakan: Kesimpulannya bagi orang yang mencermati perkataan dan prilaku Muhammad ibn Abdul Wahabi akan mengatakan bahwa ia (Muhammad ibn Abdul Wahabi) telah menyalahi kaidah-kaidah Islam karena ia menghalalkan perkara-perkara yang disepakati akan keharamannya dan status haram tersebut telah diketahui dalam agama oleh semua umat baik yang alim ataupun yang bodoh sekalipun. Juga pelecehannya terhadap para nabi dan rasul, para wali dan orang-orang yang shalih. Pelecehan seperti ini adalah kekufuran dengan ijma’ para imam yang empat. Demikian pemaparan Ahmad Zaini Dahlan. (Lihat al-Durar al-Sunniyah fi al-Raddi ’ala al-Wahabiiyah hal. 57)

Dengan demikian menjadi jelas bahwa Muhammad ibn Abdul Wahabi dan para pengikutnya datang dengan membawa agama baru dan bukan membawa agama Islam. Dia pernah mengatakan: “Barang siapa yang masuk dalam dakwah kita maka baginya hak sebagaimana hak kita dan barang siapa yang tidak masuk dalam dakwah kita maka dia kafir halal darah dan hartanya.” (Muhammad bin Abdul Wahabi, Kasyfu al-Syubuhat, Saudi Arabia: Kementerian Wakaf dan Urusan Islam, hal. 7).

Ini salah satu bukti bahwa Wahabi Menuhankan Muhammad Bin Abdul Wahab, fatwa-fatwanya sadis dan bahkan berakhir dengan pembunuhan, Wahabi tidak segan-segan membunuh siapa saja yang tidak sejalan dengan pendapatnya, karena mereka menganggap sektenya paling benar bahkan tidak boleh disalahkan dan yang paling Haq, hal itu hanya Hak Tuhan yang menentukan antara yang haq dan batil. Muhammad bin Abdul Wahab bahkan sudah melewati batas-batas syariat dan batas-batas kenabian dalam fatwa-fatwanya. (SFA/MM/Sarkub.com)

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Makar Wahabi di Indonesia | SalafyNews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: