Internasional

Warbler Saudi: UU Jasta “Hantui” Saudi dan Obama

Minggu, 02 Oktober 2016,

SALAFYNEWS.COM, RIYADH – Warbler Saudi “Mujtahid”, yang diyakini sebagai anggota atau memiliki sumber yang terhubung dengan keluarga kerajaan Saudi, mengungkapkan di situs jejaring sosial Twitter bahwa penerapan hukum Jasta (the Justice Against Sponsors of Terrorism Act) yang memungkinkan korban serangan 9/11 untuk menuntut pemerintah asing yang mendukung terorisme di wilayah AS, telah menempatkan nasib kekayaan Arab Saudi berada di tangan pengadilan AS dan membuat pemerintah Amerika benar-benar tak berdaya dalam melindungi pemerintah Saudi dari tanggung jawabnya. (Baca: Saudi Atur Obama Untuk Memveto Hak Hukum Korban 9/11)

Kongres AS pada hari Rabu (28/09), dengan suara mayoritas menolak veto yang digunakan oleh presiden AS Barack Obama terhadap undang-undang “peradilan melawan pendukung tindakan terorisme”, yang dikenal dengan nama “Justice Against Sponsors of Terorisme Act-(JASTA)”, yang memungkinkan keluarga korban serangan 11 September 2001 untuk menuntut Arab Saudi.

Mujtahid juga menambahkan, “Jasta telah resmi menjadi undang-undang dan gugatan pertama akan diajukan pada hari senin, dan keluarga korban akan menuntut pembekuan aset Saudi sampai gugatan tersebut diputuskan, dan kemungkinan besar lembaga peradilan akan memenuhi gugatan pembekuan ini.

Mujtahid mengatakan bahwa hanya sedikit anggota senat AS yang memilih untuk membatalkan JASTA, dan mereka yang menolak JASTA bukan karena mereka mendukung Saudi, tetapi mereka meyakini bahwa UU JASTA akan membawa dampak yang serius terhadap dunia internasional. Keputusan kongres AS ini juga diyakini Obama akan merugikan kepentingan nasional AS, dan akan mengganggu hubungan mesra AS dengan Arab Saudi yang merupakan sekutu dekat AS di Timur Tengah. (Baca: Senator AS; Paksa Obama untuk Terbitkan Dokumen Keterlibatan Arab Saudi dalam Serangan 9/11)

Ia melanjutkan, “Lobi dan kampanye miliyaran dolar dilakukan untuk mempengaruhi anggota kongres, namun hal ini tidak membuahkan hasil, dan hasil akhir pemungutan suara kongres AS memutuskan dengan suara bulat menyetujui Jasta”.

Arab Saudi telah memperingatkan tentang “konsekuensi besar yang mungkin terjadi jika JASTA di sahkan”, yang mana putra mahkota Saudi dan Menteri Dalam Negeri Saudi, Pangeran Mohammed bin Nayef mengatakan bahwa jika “negara kita diincar, maka kita harus membentengi diri kita”. (SFA)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SalafyNews Media Islam Terpercaya, Dan Anti HOAX

Media yang Menjelaskan Tentang Cinta Tanah Air dan Bangsa

Gabung di FP FB Salafy News

Copyright © SALAFY NEWS 2015

To Top
%d bloggers like this: