Editorial

Warga Aceh Tutup Markas Aliran Sesat Wahabi Ma’had As-Sunnah

Salafynews.com, ACEH – Menurut Sheikh Tariq Yousef, Khotib jumat di masjid New York mengatakan: “siapa saja yang membela Ibnu Taimiyah, menebar kebencian dan intoleran di dunia Islam, dan siapa saja yang membela Ibnu Abd al-Wahhab adalah ISIS, yang harus kita cap sebagai teroris. Ulama yang selalu mengkafirkan dan melaknat orang-orang Islam atau menganggap mereka najis adalah teroris.

Banda Aceh 2 Banda Aceh 3 Banda Aceh

Ia juga mengatakan bahwa Saudi telah menyuap negara-negara Arab untuk menyerang Yaman. Dengan ini saya menegaskan bahwa Saudi adalah sponsor utama isu-isu sektarian.

Maka untuk memecahkan masalah terorisme ini adalah dengan memberantas dan memberedel pemikiran Salafi Wahabi, Ibnu Taimiyah dan pemikiran Abd al-Wahhab yang jauh dari kata Islam. Pemikiran ini harus diberantas, gagasan untuk mempromosikan keluarga Saudi harus diberhentikan dan penyebutan raja Saudi sebagai khadimul Haramain harus dihapuskan. Itulah sekelumit ucapan dari seorang ulama New York.

Dan semakin jelas kalau kita melihat perkataan ulama itu, contoh nyata terjadi di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh merupakan masjid yang telah lama dikuasai oleh kalangan Aliran Sesat Wahabi.  Sebagaimana diketahui, corak keislaman di Nusantara ini sejak dulu adalah Ahlussunnah wal Jama’ah Asy’ariyah (dalam teologi) dan Syafi’iyah dalam fiqh, termasuk pula di Banda Aceh, namun belakangan ini muncul gerakan aliran sesat Wahabi yang mengambil alih masjid-masjid Aswaja dan NU di beberapa daerah di Indonesia sehingga sebagian umat Islam di Indonesia kehilangan jati diri mereka karena dakwah aliran sesat Wahabi ini meresahkan Islam dan dakwah mereka juga ingin membuat makar kepada pemerintahan setempat.

Baru-baru ini ribuan warga di Lampeuneurut Banda Aceh bergerak mengepung Ma’had As-Sunnah yang dijadikan markas penyebaran Wahabi di Aceh. Ma’had ini dipimpin oleh Ustadz Haris dari Jawa yang merupakan alumni Darul Hadits Yaman, lembaga pendidikan Wahabi yang dikenal sangat radikal.

Semenjak berdirinya Ma’had As-Sunnah ini warga diresahkan dengan berbagai tuduhan bid’ah dan syirik yang sering dituduhkan untuk orang bertahlilan, tawassul dan merayakan maulid Nabi.

Mereka juga mengatakan Allah bersemayam di Langit yang sangat bertentangan dengan Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah yang meyakini wujud Allah tidak berada pada arah dan tempat.

Pengajar di ma’had ini umumnya didatangkan dari Jawa. Ma’had ini juga berafiliasi dengan Ma’had Ta’dhimus Sunnah di Pulo Raya Keumala yang telah difatwakan sesat oleh MPU Aceh.

Meskipun Ulama telah mengeluarkan fatwa dan merekomendasikan agar tempat penyebaran aliran sesat ini segera ditutup, namun Pemerintah masih belum bertindak.

Akhirnya warga tidak tahan lagi dengan fatwa yang meresahkan masyarakat yang terus menerus dikeluarkan dari ma’had, Kamis malam (20/8/2015) ribuan warga turun tangan dan mengultimatum agar dalam 3 hari ini ma’had ini ditutup dan tidak lagi berada di kemukiman mereka. (Baca Umat Islam Aceh Mengepung Markas Wahabi Ma’had As-Sunnah)

Dan di beberapa negara aliran sesat Wahabi juga di bredel dan ditutup oleh pemerintah karena mereka menimbulkan ancaman stabilitas negara, berikut beberapa berita terkaitnya antara lain :

  1. 80 Masjid Wahabi Ditutup Pemerintah Tunisia
  2. Penggerebekkan Masjid Salafy Wahabi di Kenya
  3. Mesir Bersihkan Masjid dan Perpustakan dari Buku-Buku Wahabi
  4. Video Khotib Jum’at New York; Baca Buku Wahabi Bisa Jadi Teroris
  5. Kesaksian WNI tentang Ulah Meresahkan Wahabi Takfiri di Yaman
  6. Rasul Peringatkan Gerakan Radikalisme Wahabi
  7. Wahabi Agama rekayasa monarki saudiWahabi Otak Bom Bunuh Diri di Seluruh Dunia

Dengan beberapa bukti diatas bahwa banyak negara menutup gerakan aliran sesat Wahabi yang jelas-jelas bukan bagian dari Islam dan juga tidak diakui oleh ulama empat madzhab, ini adalah aliran yang dibuat oleh Abdul Wahab anak emas Monarki Saudi. (SFA/BerbagaiMedia/MM)

1 Comment

1 Comment

  1. Rudyansyah

    August 25, 2015 at 4:04 pm

    Lah, kalau yang dikatakan wahabi itu adalah yang di Arab Saudi sono. Trus kalian ini kalau naik haji makmum dengan imam-imam haramain bagaimana? Yang kalian sebut wahabi itu sekian ratus tahun Allah s.w.t percayakan untuk mengurusi 2 kota suci Mekah dan Madinah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: