Internasional

Warga Jepang Gelar Demo Tolak Kehadiran Pangkalan Militer AS

Salafynews.com, Okinawa – Ribuan warga jepang berunjuk rasa menetang pendirian pangkalan militer AS yang akan dibangun di Okinawa. Para pengunjuk rasa mengkritik Pemerintah Jepang yang seolah tuli terhadap aspirasi warganya.

Unjuk rasa itu berlangsung mulai Jum’at dengan sekitar 1.200 orang di Okinawa, dalam peringatan ulang tahun ke 43, pengembalian pulau itu dalam kedaulatan Jepang, dan berlangsung hingga Minggu kemarin dengan jumlah partisipan lebih banyak lagi.

“Bahkan setelah reservasi, masalah-masalah mengenai pangkalan ini masih tak berubah,” ungkap Gubernur Okinawa, Takeshi Onaga, dalam unjuk rasa yang berlangsung. Ia  menambahkan bahwa pengembalian kedaulatan telah gagal memberikan penduduk Okinawa apa yang mereka inginkan.

Para aktivis menyatakan bahwa setelah beberapa dekade, Okinawa masih saja mendapat perlakuan tidak adil dari AS dan Jepang.

Demo Warga Jepang“Kami banyak menderita karena pangkalan-pangkalan itu, dan saya marah kepada AS juga pemerintah Jepang yang sudah sangat keterlaluan dengan tetap memaksa untuk membangun pangkalan militer baru di Henoko,” ungkap Fujiko Matsuda, pemimpin sekelompok warga sipil dalam demo kepada Japan Times.

“Tentu saja salah jika tetap melanjutkan relokasi di Henoko tanpa mendengarkan suara dari warga Okinawa,” ucap penduduk Okinawa yang lain, Atsuko Ikeda. “Jika kami tidak mencegahnya, tak akan ada lagi masa depan untuk Jepang dan Negara demokrasi.”

Pada hari Sabtu, para pengunjuk rasa berkumpul di sekitar pangkalan Futenma AS di kota Ginowan, Okinawa. Sekitar 2.600 orang dari seluruh jepang, mulai dari Hokkaido hingga Nagasaki juga turut ambil bagian turun ke jalan menyuarakan keberatan mereka atas pembangunan pangkalan militer baru milik AS tersebut.

Para aktivis meneriakkan slogan-slogan seperti, “Tolak peningkatan hubungan pertahanan Jepang-AS!”, “Kembalikan Okinawa tanpa Pangkalan Militer AS!”, “AS harus hormati keinginan warga Okinawa,”

Pangkalan militer yang didirikan di Okinawa sebagai konsekuensi dari pelaksanaan perjanjian San Fransisco (1951)  masih dipertahankan keberadaannya oleh Amerika Serikat dan Jepang meskipun Okinawa telah dikembalikan kepada Jepang pada tahun 1972. Dan perencanaan pembangunan pangkalan militer baru di Henoko yang akan segera dilaksanakan menyulut kemarahan warga.

Ada sejarah panjang mengenai insiden dan kriminalitas yang telah dilakukan oleh tentara Amerika di Okinawa. Gelombang sentimen anti pangkalan AS mulai menyebar semenjak kasus tahun 1995, disaat 3 marinir AS dilaporkan menculik dan memperkosa secara brutal seorang anak sekolah berusia 12 tahun.

Kejahatan seksual lain yang kurang mendapat publikasi melibatkan beberapa korban dibawah umur pada tahun 2001 dan 2005, dan yang paling fatal adalah kejahatan seksual terhadap seorang siswi SMA oleh seorang marinir mabuk AS di tahun 1998, serta kejahatan-kejahatan lainnya. (LM/RT.News)

2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Bentrokan Terjadi Menyusul Demo Warga Jepang Tolak Kehadiran Militer AS | Salafy News

  2. Pingback: Puluhan Ribuan Warga Jepang Demo Tolak Relokasi Pangkalan Militer AS di Okinawa | SALAFY NEWS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top
%d bloggers like this: